Kepolisian berhasil menemukan dua kerangka manusia di kantor Astra Credit Companies (ACC), Kwitang, Jakarta Pusat. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kedua kerangka tersebut identik dengan Reno dan Farhan, dua orang yang dilaporkan hilang saat terjadi kerusuhan usai demonstrasi besar pada Agustus 2025 lalu.
M. Farhan Hamid dilaporkan hilang sejak 31 Agustus 2025, sedangkan Reno Syahputra Dewo hilang sejak 30 Agustus 2025. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, menjelaskan bahwa Reno dan Farhan merupakan korban dari kebakaran Gedung ACC Kwitang saat kerusuhan tersebut berlangsung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
βDari hasil penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, almarhum Reno dan Farhan adalah korban. Almarhum Reno dan Farhan adalah korban dari kebakaran yang terjadi di gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat,β ujar Putu dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (7/11).
Pada kesempatan yang sama, Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan bahwa dari pemeriksaan kedua kerangka yang terdiri dari beberapa tulang seperti tulang tengkorak, tulang panjang, dan tulang panggul. Sunny menyatakan tidak ditemukan bukti luka akibat kekerasan benda tumpul.
Hasil Tes DNA Kerangka di Kwitang: Identik Reno dan Farhan yang Hilang Usai Demo β(Tidak ada) cedera atau terjatuh atau jatuh seperti itu. Jadi memang kelihatan kalau dari sisa-sisanya organ dalam pun karena terbakar. Sehingga kami bisa menulis atau menjelaskan sebab kematiannya karena terbakar,β kata dia.
Sedangkan Putu mengatakan, kedua korban terdeteksi terakhir kali keberadaannya di kawasan Kwitang pada Jumat (29/8). Hal tersebut disimpulkan setelah polisi memeriksa saksi yang meliputi kerabat serta teman dekat korban.
Polisi juga menyebut Farhan sempat menggadaikan ponsel serta nomornya kepada K dan R yang berlokasi tidak jauh dari domisili almarhum di kawasan Jakarta Utara. βJadi ini melengkapi keterangan-keterangan yang juga kami dapatkan sampai dengan jejak terakhir sesuai keterangan saksi, saudara atau almarhum Farhan dan Reno ini terlihat terakhir di kawasan Kwitang pada hari Jumat, 29 Agustus 2025,β kata Putu.
Proses Identifikasi Korban
Proses identifikasi korban melalui pemeriksaan forensik menjadi langkah penting dalam kasus ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar korban meninggal akibat kebakaran yang terjadi di gedung ACC Kwitang.
- Pemeriksaan dilakukan oleh tim laboratorium forensik yang terdiri dari ahli biologi dan dokter forensik.
- Semua tulang yang ditemukan telah dikumpulkan dan dianalisis secara menyeluruh.
- Tidak ditemukan bukti adanya trauma fisik yang bersifat merusak struktur tulang.
Penelusuran Jejak Terakhir
Selain pemeriksaan medis, polisi juga melakukan penelusuran jejak terakhir korban. Dari keterangan saksi, termasuk kerabat dan teman dekat korban, diketahui bahwa Reno dan Farhan terakhir kali terlihat di kawasan Kwitang pada hari Jumat, 29 Agustus 2025.
- Saksi yang diperiksa mencakup keluarga korban dan teman dekat.
- Beberapa informasi tambahan diperoleh, seperti kebiasaan korban sebelum hilang.
- Salah satu informasi yang menarik adalah tentang penggadaian ponsel Farhan kepada seseorang bernama K dan R.
Langkah Selanjutnya
Setelah proses identifikasi selesai, polisi akan melakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan kasus ini. Termasuk dalam hal ini adalah pemberitahuan kepada keluarga korban dan pengambilan langkah hukum jika diperlukan.
- Keluarga korban akan diberitahu secara resmi tentang hasil identifikasi.
- Informasi lengkap akan dipublikasikan melalui media resmi kepolisian.
- Penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan semua fakta terungkap.