
Penyelidikan Terkait Bom di SMAN 72 Jakarta
Direktorat Siber Polda Metro Jaya sedang melakukan penyelidikan terhadap berbagai laman atau situs web yang dikunjungi oleh terduga pelaku atau anak berkonflik dengan hukum (ABH) dalam proses belajar merakit bom. Bom tersebut diledakkan di mushala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta.
Menurut Kombes Pol Roberto GM Pasaribu, Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, seluruh media online termasuk situs-situs yang diakses atau diikuti oleh ABH saat ini masih dalam proses pendalaman. Hal ini dilakukan melalui proses digital forensik di laboratorium.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami menemukan satu buah laptop yang sempat tidak berada di tangan ABH tersebut. Laptop itu baru saja ditemukan oleh penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan telah diserahkan kepada kami pada Minggu 9 November 2025 kemarin," ujar Roberto.
Ia menjelaskan bahwa nantinya akan menyampaikan informasi mengenai apa-apa saja yang pernah dipelajari, dikunjungi, atau dilakukan distribusi oleh ABH di dalam perangkat digital yang ada.
Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Komisi Pengawasan Ruang Digital (Komdigi) serta Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital untuk membatasi atau memblokir situs-situs tertentu yang terkait.
Kejadian Ledakan Bom di Lingkungan Masjid SMAN 72 Jakarta
Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa empat dari tujuh bom yang disiapkan oleh terduga pelaku atau ABH meledak di lingkungan masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat 7 November 2025. Tiga bom lainnya masih aktif dan telah dikembalikan ke Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menjelaskan bahwa pihaknya menemukan dua tempat kejadian perkara (TKP) peledakan.
"TKP pertama adalah di dalam masjid lingkungan SMAN 72 Jakarta. Sementara TKP kedua terjadi di bank sampah dan Taman Baca," katanya dalam konferensi pers di Jakarta.
Proses Penanganan dan Koordinasi
Pihak kepolisian telah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan keamanan dan mencegah penyebaran informasi yang berpotensi membahayakan. Proses penyelidikan ini dilakukan secara intensif untuk mengungkap lebih lanjut tentang bagaimana ABH mengakses informasi dan materi yang digunakan dalam merakit bom.
Dalam hal ini, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Mereka juga menyarankan agar orang tua dan guru lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa di dunia digital.
Langkah-Langkah Pencegahan
Beberapa langkah pencegahan telah diambil oleh pihak berwajib, antara lain:
- Peningkatan pengawasan terhadap situs-situs internet yang berpotensi menjadi sumber informasi berbahaya.
- Pelibatan lembaga-lembaga khusus seperti Komdigi untuk memastikan pembatasan akses terhadap situs-situs tertentu.
- Edukasi kepada masyarakat, terutama para orang tua dan guru, tentang pentingnya pengawasan digital terhadap anak-anak.
Kesimpulan
Peristiwa ledakan bom di lingkungan masjid SMAN 72 Jakarta menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap ancaman yang datang dari dunia digital. Penyelidikan yang dilakukan oleh Direktorat Siber Polda Metro Jaya menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam mengungkap dan mencegah tindakan-tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Proses digital forensik dan kerja sama dengan lembaga terkait menjadi langkah penting dalam upaya menangani kasus ini. Dengan adanya langkah-langkah pencegahan yang diambil, diharapkan dapat mengurangi risiko serupa terulang di masa depan.