
Penyelidikan Kasus Pembunuhan di Desa Baleraksa Selesai
Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga telah menyelesaikan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol. Berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Purbalingga.
Pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan pada Jumat, 7 November 2025. Menurut informasi yang diperoleh, langkah ini merupakan bagian dari proses hukum yang harus dilalui sebelum perkara dapat diproses lebih lanjut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Selanjutnya kami limpahkan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan ke Kejaksaan Negeri Purbalingga," ujar AKP Siswanto, Kepala Satuan Reskrim Polres Purbalingga.
Kasus ini sempat menjadi perhatian publik setelah korban berinisial AM (54) ditemukan tewas di area penggilingan batu di Desa Baleraksa pada Jumat pagi, 11 Juli 2025. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sehingga memicu investigasi intensif dari pihak kepolisian.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menetapkan S alias Icus (45) sebagai tersangka. Tersangka tersebut adalah warga Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari. Ia diamankan oleh Satreskrim Polres Purbalingga pada hari Rabu, 16 Juli 2025, di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Sebelum pelimpahan berkas, Polres Purbalingga juga telah melakukan rekonstruksi kasus. Rekonstruksi ini melibatkan tersangka, saksi, tim kejaksaan, serta penasihat hukum. Acara ini digelar di halaman Mapolres Purbalingga dan memuat 44 adegan yang menggambarkan kronologi kejadian.
Rekonstruksi dilakukan untuk memastikan bahwa semua fakta dan proses penyelidikan dapat dipahami secara jelas oleh pihak terkait. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung proses hukum yang transparan dan akuntabel.
Dalam rangka memastikan kelengkapan berkas perkara, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti yang relevan. Proses ini memakan waktu beberapa minggu dan melibatkan banyak pihak, termasuk ahli forensik dan petugas medis.
Selain itu, para penyidik juga melakukan kajian ulang terhadap semua bukti yang ada agar tidak ada yang terlewat. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa kasus ini dapat diproses dengan benar dan adil.
Setelah pelimpahan berkas, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan oleh jaksa untuk menentukan apakah perkara dapat diajukan ke pengadilan atau tidak. Jika berkas dinyatakan cukup, maka tersangka akan segera disidangkan.
Proses hukum ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya dengan profesional dan sesuai aturan yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan percaya bahwa keadilan akan ditegakkan.