Polisi Tangkap Pencuri Motor Online di Bekasi Selatan

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 26x dilihat
Polisi Tangkap Pencuri Motor Online di Bekasi Selatan
Polisi Tangkap Pencuri Motor Online di Bekasi Selatan

Kasus Pencurian Sepeda Motor dengan Modus Penipuan di Bekasi Selatan

Beberapa waktu lalu, masyarakat di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi kembali dihebohkan oleh dugaan kasus pencurian kendaraan sepeda motor dengan modus penipuan. Kejadian ini menimpa seorang mahasiswi yang diduga menjadi korban kejahatan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penangkapan Pelaku

Menurut informasi terbaru, pelaku telah ditangkap oleh jajaran Polsek Bekasi Selatan. Namun, hingga saat ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai kronologi atau identitas pelaku. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menyatakan bahwa penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Bekasi Selatan. Ia mengatakan, “Pelaku sudah ditangkap Unit Reskrim Bekasi Selatan.”

Namun, hingga berita ini ditulis, pihak Polsek Bekasi Selatan masih belum memberikan respons atas konfirmasi dari jurnalis Tribun Bekasi.

Korban dan Modus Penipuan

Sebelumnya, M, seorang mahasiswi, mengaku menjadi korban pencurian sepeda motor dengan cara yang tidak biasa. Dugaan sementara mengarah pada modus penipuan melalui aplikasi pertemanan Tantan. Menurut saksi, Aditya, M bertemu dengan pelaku melalui aplikasi tersebut.

“Awalnya korban mengenal pelaku melalui aplikasi Tantan. Setelah berkenalan, keduanya sepakat bertemu di kawasan Grandika City (GDC) Bekasi Timur,” jelas Aditya.

Saat itu, M mengatakan kepada Aditya bahwa pelaku mengajaknya ketemuan untuk membicarakan pekerjaan. Namun, setelah bertemu, pelaku mengajak M untuk menemui rekan yang disebut memiliki pekerjaan. Namun, bukannya sampai di tempat tujuan, korban justru dibawa ke gang kosong.

“Dibawa ke gang kosong, lalu disuruh turun seakan-akan sudah sampai tujuan. Setelah korban turun, pelaku langsung putar balik ke jalan besar lagi dan hilang,” ujar Aditya.

Peristiwa Pascapenipuan

Aditya menjelaskan bahwa saat diminta turun, M sadar bahwa dirinya telah ditipu. Ia kemudian panik dan berusaha mengejar pelaku dengan berlari. Saat itu, M juga mencoba menegur supir Grab yang lewat dan meminta bantuan.

“Korban lari ke arah motor yang dibawa kabur itu, sambil nyegat Grab yang lagi lewat. Supir Grab itu bingung, terus bawa korban ke sini untuk cari bantuan,” tambahnya.

Menurut Aditya, kondisi M sangat shock setelah kejadian tersebut. Bahkan, ia sempat mengalami pingsan. Hingga kini, M diduga belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Proses Penanganan

Aditya menyampaikan bahwa keluarga korban akhirnya tahu tentang kejadian ini. Setelah mendapatkan informasi, keluarga langsung menjemput M. Ia juga merekomendasikan agar M pulang menggunakan Grab Car karena waktu sudah malam.

“Kami fokus dulu biar keluarganya tahu, karena pasti orangtuanya panik. Setelah itu kami hubungi keluarganya, dan akhirnya korban dijemput sama kakaknya ke sini,” kata Aditya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan