Polisi Temukan Senjata di TKP Ledakan SMA 72, 54 Orang Terluka

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 36x dilihat
Polisi Temukan Senjata di TKP Ledakan SMA 72, 54 Orang Terluka
Polisi Temukan Senjata di TKP Ledakan SMA 72, 54 Orang Terluka

Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Polda Metro Jaya Temukan Benda Mirip Senjata Api

Ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat, 7 September 2025 siang, kini memasuki babak baru dalam penyelidikan. Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan benda yang menyerupai senjata api di lokasi kejadian.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi adanya temuan tersebut. Ia menyatakan bahwa meskipun belum bisa dipastikan apakah benda tersebut merupakan rakitan atau pabrikan, namun jelas ada benda yang menyerupai senjata api.

“Kita belum bisa memastikan rakitan atau pabrikan, tapi benar ada benda seperti senjata,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat.

Berdasarkan dokumentasi foto yang diperoleh dari sumber terpercaya, terdapat dua senjata api, yakni satu senjata laras panjang dan satu pistol, yang ditemukan di sekitar area masjid sekolah yang menjadi lokasi utama ledakan.

Budi menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap asal muasal senjata serta penyebab pasti ledakan. Ia menjelaskan bahwa tim Gegana sedang melakukan penyisiran karena ledakan itu memiliki SOP khusus.

“Jangan sampai ada ledakan susulan. Kita belum tahu ledakan itu berasal dari apa,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, mengonfirmasi bahwa hingga Jumat sore, total 54 orang mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga sedang. Data yang diterima menunjukkan bahwa ada 54 korban luka ringan dan sedang, bahkan sebagian sudah diperbolehkan pulang.

“Data yang kita terima, ada 54 korban luka ringan dan sedang, bahkan sebagian sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya saat memberikan keterangan di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Polda Metro Jaya langsung melakukan pengamanan ketat di lokasi dengan memasang garis polisi (police line) serta melakukan sterilisasi oleh tim penjinak bom (Jibom). Tim forensik dan inafis juga dikerahkan untuk mengidentifikasi sumber ledakan dan menelusuri kemungkinan unsur pidana di balik peristiwa tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, polisi mendirikan dua posko darurat di RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih guna membantu keluarga korban dalam proses identifikasi dan perawatan.

“Langkah-langkah sudah kami ambil, termasuk membuat posko untuk keluarga korban yang sedang mencari anak-anaknya yang dirawat,” kata Asep.

Penyelidikan Terus Berjalan

Wakil Menko Polhukam Lodewijk Freidrich Paulus yang meninjau lokasi sebelumnya menyebutkan bahwa ledakan terjadi dua kali di masjid sekolah sekitar pukul 12.15 WIB. Pemerintah memastikan tidak ada korban meninggal dunia.

Polisi saat ini masih mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memeriksa saksi, termasuk guru serta siswa yang ada di lokasi saat kejadian. Dugaan awal mengarah pada ledakan akibat bahan kimia atau bahan bakar, namun kepastian penyebabnya masih menunggu hasil uji laboratorium forensik Polda Metro Jaya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan