Keluhan Warga terhadap Pemasangan Polisi Tidur di Purworejo
Pemasangan polisi tidur di kawasan tengah Kota Purworejo, khususnya di sekitar SMA Negeri 7 Purworejo, menimbulkan banyak keluhan dari pengguna jalan. Banyak warga mengkritik pemasangan polisi tidur yang dinilai terlalu tinggi dan berpotensi membahayakan pengendara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di laman Facebook Info Purworejo, beberapa warganet menyampaikan kekecewaan mereka terhadap polisi tidur berwarna kuning-hitam tersebut. Salah satu akun menulis:
“Mohon perhatian Dinas Perhubungan... polisi tidur di dekat SMA 7 yang warna kuning-hitam sangat mengganggu sekali. Terlalu tinggi, bisa rontok sistem peredam kejut motor maupun mobil. Sangat berbahaya sekali.”
Unggahan ini mendapat respons yang cukup besar, dengan lebih dari 180 suka dan ratusan komentar dari pengguna lain yang menyampaikan keluhan serupa.
Warga Mengeluh dan Menyindir
Beberapa pengguna media sosial menyindir pihak yang memasang polisi tidur tanpa perhitungan matang. Akun @Arif Yudi Wibowo menulis:
“Purworejo kotane wis adem ayem aman, kok malah ditambahi sing ora genah.”
Ada juga komentar yang menyinggung soal penggunaan anggaran proyek. Akun @Faisal A Yudhistira menulis:
“Udah terlanjur dibuat anggaran soalnya.”
Sementara itu, akun @Mei Rindah Mawarti mengaku hampir celaka karena tidak menyadari adanya polisi tidur yang terlalu tinggi. Ia menulis:
“Iya tadi kaget tiba-tiba refleks ngerem, untung nggak ngebut.”
Akun @Pak’e Al Sha bahkan menandai akun @Dikyasa Purworejo untuk meminta agar keluhan warga segera ditindaklanjuti. Ia menulis:
“Ijin ndan Dikyasa Purworejo, banyak banget yang berkeluh kesah tentang polisi tidur yang baru dipasang ini.”
Salah satu pengguna lain, @Mas Satrio Wahyu, mengunggah foto bagian kendaraan yang rusak disertai tulisan “Korban polisi tidur,” menunjukkan dampak langsung dari pemasangan tersebut.
Dishub Beri Penjelasan
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto, menjelaskan bahwa pemasangan speed bump di Jalan Mayjend Sutoyo dilakukan dengan berbagai pertimbangan keselamatan.
Menurut Agus, di ruas jalan tersebut banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi, terutama dari arah utara selepas SD Pangen Gudang. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan karena banyak persimpangan dan akses keluar-masuk kendaraan.
“Sepanjang jalan tersebut banyak fasilitas publik seperti sekolah, perkantoran, rumah sakit, tempat usaha, dan lainnya,” kata Agus.
Ia menambahkan, pada saat tertentu jalan tersebut juga digunakan sebagai jalur dua arah ketika kawasan sekitar alun-alun ditutup untuk kegiatan masyarakat. Selain itu, pada malam hari, jalan itu kerap digunakan untuk balapan liar yang mengganggu kenyamanan warga.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan, khususnya yang melewati Jalan Mayjend Sutoyo. Tujuan kami adalah mengantisipasi agar tidak ada kejadian laka lantas yang disebabkan laju kendaraan yang melebihi batas,” ujar Agus.
Permintaan Evaluasi dari Warga
Meski memahami alasan keselamatan, sejumlah warga tetap meminta Dishub Kabupaten Purworejo untuk mengevaluasi ketinggian polisi tidur tersebut. Mereka khawatir jika tidak segera disesuaikan, keberadaannya justru dapat menimbulkan kecelakaan baru.