Polisi Ungkap Identitas Pelaku Ledakan SMAN 72 Bandung, Selidiki Motif Bullying

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Polisi Ungkap Identitas Pelaku Ledakan SMAN 72 Bandung, Selidiki Motif Bullying

Identitas Pelaku Ledakan di Masjid SMA Negeri 72 Jakarta Diketahui

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Polda Metro Jaya telah mengetahui identitas pelaku yang diduga menjadi penyebab ledakan di Masjid SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang. Penyelidikan sedang berlangsung untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut, termasuk kemungkinan bahwa pelaku adalah korban perundungan (bullying).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa penyelidikan saat ini difokuskan pada latar belakang dan lingkungan pelaku. Ia menjelaskan bahwa anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas korban serta lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang sedang didalami.

“Anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas korban, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami,” ujar Kapolri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto juga menegaskan bahwa pihaknya masih menelusuri kemungkinan bahwa pelaku merupakan korban perundungan di sekolah. Ia menyampaikan bahwa informasi ini sengaja diluruskan agar tidak simpang siur.

“Kami malam ini sengaja meluruskan informasi agar tidak simpang siur. Ini masih dilakukan pendalaman terhadap motif, apakah yang bersangkutan korban bullying, itu juga sedang kami dalami,” kata Budi di Jakarta.

Budi menambahkan bahwa pemeriksaan sejumlah saksi belum dapat dilakukan karena sebagian besar masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka-luka yang dialami dalam insiden tersebut. Menurutnya, saksi-saksi yang ada juga merupakan korban dan membutuhkan pemulihan medis. Oleh karena itu, kemungkinan besok Kapolda Metro Jaya akan memberikan keterangan resmi.

Hingga Jumat malam, total korban akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta mencapai 54 orang. Dari jumlah tersebut, 27 orang dirawat di RS Islam Jakarta, enam di RS Yarsi, dan 21 lainnya sudah diperbolehkan pulang. Sebagian besar mengalami luka lecet dan gangguan pendengaran akibat efek ledakan.

Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih terus berlangsung hingga malam hari dan akan dilanjutkan oleh tim gabungan yang terdiri dari Forensik Mabes Polri, Densus 88 Antiteror, dan Tim Jibom Gegana. Rencananya, setelah olah TKP selesai, akan disampaikan hasil lengkapnya, termasuk kondisi para korban dan temuan di lapangan.

Budi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi terkait ledakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepolisian telah mengendalikan situasi dan memastikan keamanan di sekitar lokasi. Selain itu, Kapolda Metro Jaya juga telah menyiapkan Posko Pelayanan untuk mendata kondisi korban, memberikan dukungan medis, serta menyiapkan layanan pemulihan trauma bagi siswa dan keluarga.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan