Polisi ungkap penyebab dan kronologi lift jatuh di Masjid Awwaluddin Kubu Raya

Polisi ungkap penyebab dan kronologi lift jatuh di Masjid Awwaluddin Kubu Raya
Polisi ungkap penyebab dan kronologi lift jatuh di Masjid Awwaluddin Kubu Raya

Kecelakaan Kerja di Proyek Pembangunan Masjid Agung Awwaluddin Kubu Raya

Enam pekerja mengalami kecelakaan kerja yang sangat serius di proyek pembangunan Masjid Agung Awwaluddin Kubu Raya, yang berlokasi di Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Peristiwa ini terjadi pada Jumat 10 April 2026 siang, saat para pekerja sedang melakukan tugas mereka.

Keenamnya terjatuh dari ketinggian sekitar 7 meter setelah diduga lift material yang mereka gunakan mengalami kerusakan. Tiga dari enam pekerja tersebut mengalami luka parah dan memerlukan perawatan medis intensif. Sementara itu, tiga orang lainnya mengalami cedera ringan.

Penyebab Lift Jatuh Versi Polisi

Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade memberikan penjelasan awal mengenai penyebab kecelakaan ini. Menurut dugaan sementara, lift jatuh karena kawat baja penopang tidak mampu menahan beban yang terlalu berat.

"Dugaan sementara adalah sling atau kawat baja penopang lift tidak mampu menahan beban sehingga terputus saat digunakan. Akibatnya, lift yang berisi enam pekerja tersebut jatuh dan mengenai bagian konstruksi," ujar Aiptu Ade dalam keterangan resmi pada Sabtu 11 April 2026.

Kronologi Kecelakaan

Aiptu Ade menambahkan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi secara tiba-tiba saat lift sedang bergerak turun.

"Saksi menyebut lift tiba-tiba terjun bebas setelah terdengar bunyi dari bagian atas, diduga dari putusnya sling. Para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri," tambahnya.

Seluruh korban kemudian langsung dievakuasi oleh rekan kerja mereka dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Identitas Korban

Aiptu Ade juga mengungkap identitas keenam korban kecelakaan tersebut. Mereka adalah:

  • Markuat (60 tahun)
  • M. Madon (62 tahun)
  • Samiri (57 tahun)
  • Busri (37 tahun)
  • Ahmadi (60 tahun)
  • Tuki (50 tahun)

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti insiden tersebut. Termasuk dalam penyelidikan adalah aspek kelayakan alat serta penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

"Kasus ini masih kami selidiki lebih lanjut. Kami juga akan mengevaluasi apakah prosedur keselamatan kerja sudah dijalankan dengan benar," tegas Aiptu Ade.

Langkah-Langkah yang Diambil Pihak Berwajib

Pihak kepolisian telah memulai langkah-langkah investigasi untuk memastikan bahwa semua aspek keamanan telah dipenuhi. Selain itu, pihak berwenang juga akan mengevaluasi apakah ada pelanggaran aturan keselamatan yang terjadi di lokasi proyek.

Dalam hal ini, pihak pengelola proyek diminta untuk menunjukkan bukti bahwa alat-alat yang digunakan telah melalui pemeriksaan berkala dan sesuai dengan standar keselamatan. Selain itu, juga akan dilakukan evaluasi terhadap pelatihan dan kesadaran pekerja terhadap protokol keselamatan kerja.

Reaksi Masyarakat

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, terutama terkait dengan keselamatan kerja di proyek-proyek besar. Banyak warga menanyakan apakah pihak pengelola proyek telah mematuhi regulasi yang berlaku.

Sejumlah aktivis masyarakat juga meminta pihak berwajib untuk memberikan sanksi tegas jika ditemukan adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja. Mereka menilai bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan.