Politikus Kaya Raya yang Pernah Jadi Sopir

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Politikus Kaya Raya yang Pernah Jadi Sopir

Politikus yang Pernah Jadi Sopir Sebelum Menjadi Tokoh Berpengaruh

Tidak semua politikus sukses di Indonesia berasal dari latar belakang keluarga kaya. Banyak dari mereka meniti karier dari bawah, bahkan menjalani berbagai pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup. Salah satu profesi yang pernah dilalui oleh beberapa tokoh penting adalah menjadi sopir. Berikut ini adalah kisah para politikus yang pernah bekerja sebagai sopir sebelum menjadi tokoh yang dikenal luas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM
– TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget (Next: OKX, Tokocrypto & Saham).

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart
  • Tidur/Sibuk, transaksi jalan

1. Bahlil Lahadalia

Bahlil Lahadalia merupakan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Meski kini dikenal sebagai pengusaha sukses, Bahlil mengaku pernah menjalani berbagai pekerjaan sambilan saat masih kuliah.

Ia pernah menjadi sopir angkot, kuli angkut, dan kuli dorong di pasar. Dengan biaya sendiri, ia membiayai pendidikan tingginya dengan bekerja sebagai sopir angkot di Jayapura. Selain itu, Bahlil juga aktif dalam organisasi mahasiswa dan pernah terlibat dalam gerakan reformasi 1997-1998.

2. Setya Novanto

Setya Novanto, mantan Ketua DPR RI, juga pernah menjadi sopir. Ia menceritakan pengalamannya saat masih mahasiswa, ketika ia menjadi sopir keluarga di tempat tinggalnya agar bisa menghemat biaya kos. Selain itu, ia juga pernah menjadi pembantu rumah tangga dan menjual beras di pasar Surabaya.

Novanto mengaku tidak pernah merasa minder dengan kondisi ekonominya. Kondisi ekonominya mulai membaik setelah ia menjadi tukang cuci mobil di sebuah dealer di Surabaya. Dari situ, ia kemudian naik pangkat menjadi Ketua Penjualan Mobil Indonesia bagian Timur di perusahaan tersebut.

3. Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni, saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Partai NasDem, juga pernah menjalani berbagai pekerjaan serabutan sebelum menjadi tokoh politik. Ia pernah menjadi tukang semir sepatu di pelabuhan Tanjung Priok, sopir antar-jemput anak sekolah, sopir perusahaan pengisian bahan bakar minyak, hingga tukang cuci di kapal pesiar asing.

Dari posisi sopir, ia perlahan naik menjadi staf operasional, kepala operasional, hingga akhirnya menjadi direktur utama di sejumlah perusahaan.

4. Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, pernah menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Ayahnya hanya bekerja di perkebunan, sedangkan ibunya harus bekerja keras untuk mencari nafkah. Dedi kecil terbiasa makan sederhana, seperti ikan asin yang hanya dinikmati pada hari tertentu.

Ia pernah menjadi sopir angkot trayek Sadang. Hal ini ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, saat dirinya naik angkot di Cirebon. Ia mengingat masa lalu yang penuh perjuangan.

Kesimpulan

Dari kisah-kisah di atas, terlihat bahwa banyak tokoh politik di Indonesia pernah menjalani berbagai pekerjaan sambilan, termasuk menjadi sopir, sebelum akhirnya sukses. Mereka membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari latar belakang yang mapan, tetapi bisa diraih melalui kerja keras dan ketekunan. Kehidupan mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang ingin meraih impian tanpa harus bergantung pada keluarga.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan