
Kehidupan Fadli Al-Faro yang Akhirnya Berhasil Sekolah
Fadli Al-Faro, seorang anak berusia 11 tahun, akhirnya bisa menikmati pendidikan formal setelah selama ini tidak bisa sekolah karena kurangnya dokumen-dokumen penting. Ia kini telah diterima di Sanggar Kegiatan Belajar Negeri (SKBN) 05 Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada hari Selasa (11/11/2025). Keberhasilan ini membuat keluarga dan warga sekitar sangat bersyukur.
Untung Sumiyari, nenek dari Fadli, merasa lega karena cucunya akhirnya bisa sekolah. Sebelumnya, ia sangat ingin mengirimkan cucunya ke sekolah, tetapi tidak bisa karena tidak memiliki akte kelahiran. Hal ini menjadi hambatan utama karena persyaratan pendaftaran sekolah memerlukan dokumen tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kondisi keluarga Fadli juga cukup rumit. Orang tua Fadli sudah bercerai dan keduanya sudah menikah dengan orang lain. Karena itu, Untung merasa sulit untuk mendapatkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, seperti surat nikah atau surat keterangan lahir. Ia mencoba mencari dokumen-dokumen tersebut di rumah besan, tetapi karena sering berpindah tempat tinggal, ia kesulitan menemukannya.
"Jadi kan harus ada surat-surat nikah, surat apa enggak taunya sudah dibikinin sama neneknya disana (besan dari Untung), tapi enggak tahu ke mana itu persyaratannya," kata Untung saat ditemui di SKBN 05 Grogol Petamburan.
Fadli sendiri selama ini hanya tinggal di rumah dan membantu neneknya dalam berbagai pekerjaan rumah tangga. Ia sering bertanya kepada neneknya kapan ia bisa sekolah seperti teman-temannya. Namun, karena kondisi keluarga yang tidak stabil, Fadli belum bisa masuk sekolah.
"Di rumah, dia enggak keluar kalau pagi-pagi, dia paling ke pasar suruh neneknya terus nanti ngurusin neneknya, ngebantuin saya gitu," ujar Untung.
Selain itu, Fadli juga sering menerima ejekan dari teman-temannya karena tidak bisa bersekolah. Untung dan keluarga lainnya selalu memberinya dukungan agar tidak mudah terpengaruh oleh ejekan tersebut.
"Terus kemarin ada ikut kegiatan Udah ngeles setiap hari, setiap Sabtu Minggu. Saya dibilang di bibel sahabat anak," katanya.
Meski tidak memiliki pendidikan formal, Fadli sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini berkat bimbingan dari guru-guru di lingkungan sekitarnya. Bimbingan gratis yang diberikan oleh masyarakat sekitar membantunya tetap bisa belajar meski tidak sekolah secara resmi.
"Kami bersyukur banget dibantu sama pak Dewan (Anggota DPRD DKI Kevin Wu) sudah bisa bikin cucu saya sekolah," imbuh Untung.
Peran Anggota DPRD DKI Kevin Wu
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Komisi Fraksi PSI, Kevin Wu, menindaklanjuti keluhan dari warga bernama Untung Sumiyari saat menggelar reses di Jalan Tubagus Angke Pesing RT 04/08, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Gropet, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Wanita 61 tahun itu mengadukan nasib cucunya, Fadli Al-Faro, yang hingga usia 11 tahun belum bisa bersekolah.
Kevin yang mendengar keluhan tersebut langsung meminta jajarannya untuk segera mencari solusi. Ia menyatakan bahwa dirinya terenyuh dan terharu melihat kondisi Fadli yang masih tinggal di Jakarta dan belum bersekolah.
"Masih ada anak yang tinggal di Jakarta di usia tersebut belum bersekolah. Maka kami langsung bergerak cepat dibantu sama Pak Wakil RW, sama Bu Kasatlak Pendidikan Grogol Petamburan, bergerak cepat berkoordinasi urusan administrasi, urusan kesekolahan ini," kata Kevin di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri 05 Grogot, Selasa (11/11/2025).
Kehidupan Harian Fadli
Fadli selama ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan membantu neneknya dalam berbagai aktivitas. Ia sering membantu dalam belanja kebutuhan dapur, memijit neneknya, dan melakukan tugas-tugas rumah tangga lainnya. Meski begitu, ia tetap memiliki semangat untuk belajar dan ingin memiliki masa depan yang lebih baik.
Dengan bantuan dari pihak terkait, Fadli akhirnya bisa masuk ke sekolah dan menikmati pendidikan yang layak. Ini menjadi langkah penting bagi keluarga dan masyarakat sekitar, yang sebelumnya merasa malu karena Fadli tidak bersekolah.