Polri Menyapa Generasi Muda: Dakwah Jalanan di Ampibabo untuk Lawan Pengaruh Negatif

admin.aiotrade 26 Okt 2025 5 menit 25x dilihat
Polri Menyapa Generasi Muda: Dakwah Jalanan di Ampibabo untuk Lawan Pengaruh Negatif
Polri Menyapa Generasi Muda: Dakwah Jalanan di Ampibabo untuk Lawan Pengaruh Negatif

Pendekatan Humanis dalam Pembinaan Generasi Muda

Di sebuah kios sederhana di Desa Ampibabo, Sabtu sore (25/10/2025), sekelompok pelajar SMA tampak duduk melingkar. Namun hari itu, obrolan mereka bukan tentang tugas sekolah atau hiburan remaja, melainkan tentang bagaimana menjadi generasi muda yang tangguh dan berakhlak. Yang memimpin percakapan itu bukan guru atau ustaz, melainkan tiga anggota kepolisian berpakaian sederhana: Aiptu Erwin L., Aiptu Irwan, dan Aiptu Zulham.

Dalam suasana akrab tanpa jarak, ketiga personel Da’i Kamtibmas dari Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya itu datang bukan untuk menegur, tapi untuk mendengarkan, berbagi, dan mengingatkan. Mereka berbicara tentang hal-hal yang sering dianggap sepele di kalangan remaja—tentang pergaulan, media sosial, dan bagaimana mudahnya seseorang terperosok ke perilaku berisiko seperti narkoba atau kekerasan antar pelajar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Anak muda hari ini hidup di zaman yang penuh pilihan. Tapi tidak semua pilihan membawa ke arah yang baik,” ujar Aiptu Zulham sambil menatap para siswa yang mengangguk pelan. “Tugas kami bukan memerintah, melainkan mengingatkan agar kalian tetap kuat dalam nilai-nilai kebaikan.”

Pendekatan humanis semacam ini menjadi ciri khas Operasi Madago Raya di wilayah Sulawesi Tengah, yang kini tak hanya fokus pada keamanan fisik, tetapi juga pada pembinaan moral masyarakat, terutama generasi muda. Polri melihat bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya ancaman radikalisme, tetapi juga krisis karakter di kalangan remaja akibat derasnya arus informasi dan gaya hidup instan.

Dalam kegiatan itu, Tim Da’i tak sekadar berbicara tentang larangan. Mereka juga mengajak siswa berdiskusi tentang cara mengelola waktu, pentingnya memiliki cita-cita, dan bagaimana membangun semangat kebangsaan. Seorang pelajar bahkan menanyakan soal bagaimana menghadapi teman sebaya yang mulai terjerumus dalam pergaulan bebas.

“Pertanyaannya bagus sekali,” kata Aiptu Erwin tersenyum. “Kalau kita ingin menolong teman, mulai dari menjadi teladan dulu. Kadang nasihat terbaik bukan lewat kata-kata, tapi lewat sikap.” Para siswa pun menyambut dengan tepuk tangan kecil, menandakan suasana diskusi yang hidup dan hangat.

Bagi para Da’i Kamtibmas, sambang seperti ini lebih dari sekadar tugas rutin. Ia menjadi ruang dialog antara aparat dan warga muda, yang selama ini mungkin memandang polisi sebagai figur yang jauh dan kaku. Melalui percakapan sederhana, mereka mencoba menanamkan rasa percaya diri dan cinta tanah air tanpa harus menggurui.

Kegiatan ini juga menjadi strategi pencegahan dini terhadap penyebaran ideologi radikal yang kadang menyasar remaja melalui media sosial. Dengan memperkuat pemahaman agama dan kebangsaan, Polri berharap bisa menutup celah masuknya paham intoleran sejak di bangku sekolah.

Para siswa SMA Ampibabo meninggalkan tempat pertemuan dengan wajah sumringah. Beberapa dari mereka bahkan berjanji akan mengadakan kegiatan positif seperti diskusi pelajar dan bakti sosial. “Saya jadi semangat lagi untuk fokus ke sekolah dan ikut kegiatan OSIS,” ujar salah satu siswi, sambil tersenyum malu.

Bagi Polri, momen kecil seperti ini adalah investasi besar. Di tengah dunia yang kian kompleks, membangun generasi muda yang kuat dan berintegritas bukan sekadar tugas lembaga pendidikan, tetapi tanggung jawab bersama. Dan di Ampibabo, langkah sederhana tiga Da’i Kamtibmas itu menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari sebuah percakapan di kios pinggir jalan.

Strategi Penguatan Karakter Generasi Muda

Operasi Madago Raya tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membangun fondasi moral yang kuat di kalangan generasi muda. Dengan pendekatan yang humanis, polisi tidak lagi hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra dalam proses pembentukan karakter. Hal ini sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi remaja saat ini, seperti pengaruh media sosial dan gaya hidup instan yang dapat mengurangi kesadaran akan nilai-nilai kebaikan.

Beberapa strategi yang digunakan dalam program ini antara lain:

  • Pembinaan Moral: Kegiatan seperti pertemuan di kios sederhana memberikan ruang bagi remaja untuk berdiskusi dan belajar tentang pentingnya nilai-nilai moral.
  • Penguatan Kepercayaan Diri: Dengan berdialog secara langsung, polisi mencoba membangun hubungan yang saling percaya antara aparat dan masyarakat muda.
  • Pendidikan Agama dan Kebangsaan: Memperkuat pemahaman agama dan kebangsaan menjadi salah satu cara untuk mencegah masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
  • Pengembangan Kepemimpinan: Melalui kegiatan diskusi dan bakti sosial, para pelajar diajarkan untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Dengan pendekatan ini, harapan besar dipegang oleh Polri bahwa generasi muda akan menjadi tulang punggung bangsa yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pentingnya Peran Polisi dalam Pembentukan Karakter

Peran polisi dalam pembentukan karakter generasi muda tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya preventif dan edukatif. Dengan hadir di tengah masyarakat, polisi dapat memberikan panduan dan contoh yang baik kepada anak-anak muda. Hal ini sangat penting karena remaja sering kali lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

Dalam konteks ini, kehadiran Da’i Kamtibmas seperti Aiptu Erwin L., Aiptu Irwan, dan Aiptu Zulham menjadi sangat berarti. Mereka tidak hanya bertindak sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mentor dan pembimbing yang dapat memberikan wawasan serta dorongan positif kepada para pelajar.

Beberapa manfaat dari kehadiran polisi dalam pembentukan karakter antara lain:

  • Membangun Kesadaran Sosial: Remaja diajarkan untuk sadar akan tanggung jawab sosial dan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
  • Meningkatkan Kesadaran Hukum: Dengan interaksi langsung, remaja lebih memahami pentingnya menjunjung hukum dan aturan yang berlaku.
  • Mendorong Partisipasi Sosial: Melalui kegiatan seperti diskusi dan bakti sosial, remaja diajak untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, kehadiran polisi dalam pembentukan karakter generasi muda tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan masyarakat yang harmonis dan aman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan