
Peran Akuntabilitas dalam Pemberantasan Narkoba
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pemberantasan narkoba. Hal ini ditegaskan setelah Polri berhasil menyita 197,71 ton barang bukti narkoba berbagai jenis dari total 38.943 kasus sepanjang Januari hingga Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Anam, jumlah ratusan ton narkoba yang diperoleh dari 51.763 tersangka tersebut memang angka yang sangat besar. Dia tidak menampik bahwa pencapaian ini patut mendapat apresiasi. Namun, ia juga menegaskan bahwa angka-angka ini menunjukkan bahwa narkoba masih menjadi masalah serius di Indonesia.
”Yang tidak kalah penting adalah angka-angka itu dan prosesnya menunjukkan satu sikap akuntabilitas dalam pemberantasan narkoba. Karena akuntabilitas menjadi kata kunci di sini,” ujarnya.
Sebagai mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Anam menjelaskan bahwa akuntabilitas menjadi poin penting dalam pemberantasan narkoba karena akan menghadirkan partisipasi dan kepercayaan publik. Tanpa partisipasi publik, pemberantasan narkoba dengan berbagai dimensi tidak akan maksimal.
”Tantangannya memang jangan pernah berhenti dalam jaringan-jaringan yang lebih besar, jaringan-jaringan yang lebih utama. Siapa dalang di balik peredaran narkoba yang begitu besar, itu tantangan bagi kepolisian,” katanya.
Untuk itu, Anam mengajak semua pihak memberikan dukungan kepada Polri dalam upaya pemberantasan narkoba yang sedang dilakukan. Menurut dia, agenda yang mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto itu bukan hanya penting bagi penegakan hukum, tetapi juga penting untuk masa depan bangsa.
”Dan yang paling penting, ayo kita jaga akuntabilitasnya dan transparansi kerja-kerja kepolisian,” ujarnya.
Komitmen Korps Bhayangkara dalam Memberantas Narkoba
Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, menegaskan bahwa pengungkapan kejahatan narkoba sepanjang tahun ini merupakan wujud komitmen Korps Bhayangkara dalam rangka memberantas dan mencegah peredaran narkoba. Langkah ini tidak akan berhenti dilakukan sampai narkoba benar-benar tidak beredar di Indonesia.
”Pak kapolri juga menegaskan untuk terus kita perang menuntaskan narkoba dari hulu ke hilir, harus dilakukan tanpa henti,” ucap jenderal bintang tiga Polri tersebut.
Strategi dan Tantangan dalam Pemberantasan Narkoba
Pemberantasan narkoba tidak hanya melibatkan penindakan langsung, tetapi juga memerlukan strategi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor. Dalam hal ini, kepolisian harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan instansi pemerintah daerah. Selain itu, partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam pencegahan dan penanggulangan narkoba.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: * Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba melalui sosialisasi dan edukasi. * Memperkuat sistem pemantauan dan pengawasan terhadap peredaran narkoba. * Meningkatkan kapasitas dan kemampuan petugas kepolisian dalam menangani kasus narkoba secara efektif dan profesional.
Kesimpulan
Dengan adanya peningkatan jumlah penyitaan narkoba, diharapkan dapat menjadi indikator bahwa upaya pemberantasan narkoba semakin efektif. Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak. Dengan menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi, diharapkan pemberantasan narkoba dapat terus berjalan secara optimal dan berkelanjutan.