
Dampak Penutupan Tambang di Bogor Terasa di Bojonegara
Penutupan tambang di wilayah Bogor, Jawa Barat, telah berdampak langsung pada masyarakat Bojonegara, Kabupaten Serang. Aktivitas truk tambang meningkat signifikan di ruas jalan Bojonegara-Puloampel, yang menjadi jalur utama bagi kendaraan dari wilayah Jawa Barat menuju Banten.
Menyikapi situasi ini, Polsek Bojonegara telah melakukan penindakan sejak tiga pekan terakhir untuk memastikan kelancaran lalu lintas di jalur tersebut. Kapolsek Bojonegara Iptu Satria Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalisir dampak yang timbul akibat serbuan truk tambang dari Jawa Barat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Memang benar dampak dari Jawa Barat ini terasa di Serang, Cilegon atau pun Banten," ujar Iptu Satria Wibowo kepada media, Kamis 23 Oktober 2025.
Upaya yang Dilakukan untuk Mengatasi Masalah
Beberapa upaya yang dilakukan oleh Polsek Bojonegara antara lain:
- Pengaturan lalu lintas agar tidak ada kendaraan yang berhenti di bahu jalan.
- Menetralisir posisi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
- Membuat jam operasional yang disepakati bersama hasil rapat Kapolres Cilegon dan Walikota Cilegon, sehingga truk tambang tidak masuk ke jalan utama Bojonegara.
Teknisnya, ketika pukul 16.00, semua akses jalan tambang ditutup dan diberikan imbauan kepada sopir truk agar menganggap waktu tersebut sebagai waktu istirahat. Hal ini dilakukan karena jam 16.00-18.00 merupakan jam bubaran kantor dan karyawan.
"Karena nyatanya kalau dipaksakan jalan juga akan capek dijalan (karena disetop). Kita prioritaskan dulu dari masyarakat yang beraktivitas terutama pada jam pulang kantor," ujar Iptu Satria.
Untuk pagi hari, sejak pukul 06.00-09.00, kendaraan truk tambang ditahan agar tidak melintas. Pihaknya juga mengharapkan kesadaran dari pelaku usaha tambang dan para sopir truk agar tidak melintas di jam sibuk.
Tindakan yang Dilakukan Sejak Tiga Minggu Lalu
Penanganan truk tambang kata Kapolsek telah dilakukan sekitar tiga pekan terakhir. Sehingga ketika penutupan tambang di Bogor berdampak langsung ke masyarakat di Bojonegara, sebelum ada kesepakatan dari pihak Polres maupun bupati dan walikota, Polsek Bojonegara sudah lebih dulu melakukan penanganan.
"Karena pada prinsipnya kita menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Iptu Satria.
Patut disyukuri kata dia akhirnya penanganan itu ditindaklanjuti bersama-sama menjadi suatu kesepakatan. Mengingat yang terdampak truk tambang tersebut bukan hanya Bojonegara, beberapa wilayah di Kabupaten Serang lainnya tapi juga Kota Cilegon.
Jumlah Kendaraan yang Melintas
Menurut dia perhari kendaraan yang melintas di Bojonegara-Puloampel mencapai 1.000 per hari. Dengan adanya pembatasan, tidak lantas berkurang kendaraan yang melintas karena keberadaan kendaraan itu berdasarkan kebutuhan konsumen.
"Artinya ketika dibatasi, jam 19.00 keatas atau malam mungkin meriah lagi truknya," ujarnya.
Disinggung masih ada tidak truk yang membandel selama tiga minggu terakhir, Kapolsek mengatakan masih ada. Kemungkinan sopir truk tersebut memaksa melintas karena terburu-buru atau ada kepentingan lain.
"Pada prinsipnya kita selalu imbau kita selalu arahkan ya untuk mereka tetap mematuhi apa yang sudah menjadi kesepakatan," ujarnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Ia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat Bojonegara untuk dapat bersikap arif dan bijaksana menyikapi situasi yang ada saat ini.
"Karena perlu diketahui juga ya ini skala permasalahan ini skala nasional sebenarnya, artinya perlu ada peran serta dari pemerintah pusat ya contohnya jalan kita ini kan jalan nasional. Ini kan juga tidak bisa selesai hanya di kabupaten atau provinsi," ucapnya.
Oleh karena itu ia berharap kepada dinas terkait maupun instansi terkait agar saling berkolaborasi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari penutupan tambang Jawa Barat. Kemudian juga melengkapi kekurangan seperti jalan rusak, dan lampu PJU yang mati supaya diperbaiki.
Setidaknya masyarakat merasakan upaya dari pemerintah.
"Kalau kita kan polisi ini kan sebatas mengamankan situasi kemudian mengupayakan atau mengkomunikasikan dengan pihak terkait gitu. Kalau eksekutifnya kan juga bukan kita, kalau utamanya terkait fasilitas jalan dan sebagainya. Artinya perlu kolaborasi antar sektor pemerintah ini," katanya.
Ancaman Blokade Pintu Tol Cilegon Timur
Disinggung adanya ancaman akan ada blokade pintu tol Cilegon Timur, ia mengatakan pada saat ini sedang ada kajian terkait Pergub yang akan mengatur truk tambang sesuai kebutuhan masyarakat.
"Semoga saja nanti itu segera keluar dan memang hasilnya pun juga sesuai dengan harapan masyarakat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan atau sesuai dengan harapan masyarakat," ucapnya.