Ponpes Lirboyo Minta Trans 7 Perbaiki Program Saat Dikunjungi Chairul Tanjung

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Ponpes Lirboyo Minta Trans 7 Perbaiki Program Saat Dikunjungi Chairul Tanjung

Kunjungan ke Pesantren Lirboyo Kediri

Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, telah mengambil langkah untuk meminta manajemen Trans7 melakukan perbaikan terhadap program yang menimbulkan masalah. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi tayangan yang menyinggung citra pondok pesantren.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, K.H. Oing Abdul Muid, menjelaskan bahwa Pendiri Trans Corp Chairul Tanjung (CT) telah melakukan kunjungan dan bertemu langsung dengan masyayikh Pesantren Lirboyo Kediri, K.H. Anwar Manshur. Tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah untuk menyampaikan permohonan maaf terkait tayangan Trans7 program Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025.

"Kunjungan ke Pesantren Lirboyo bertujuan untuk sowan ke K.H. Anwar Manshur, pengasuh Pesantren Lirboyo. Sowan beliau dalam rangka menyampaikan permohonan maaf terkait tayangan Trans7," kata Oing, Kamis (23/10/2025). Ia juga menyebut bahwa Chairul Tanjung didampingi oleh Direktur Utama PT Trans Digital Media (Detik Network) Abdul Aziz serta Prof Muh Nuh.

Dalam kesempatan tersebut, yang bersangkutan juga bertemu dengan pengurus pesantren serta dzurriyah Pesantren Lirboyo Kediri. Selain itu, Chairul Tanjung juga sowan langsung bertemu dengan K.H. Anwar Manshur dan K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus, meminta maaf atas insiden tersebut.

Chairul Tanjung juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memastikan tayangan semacam program Xpose Uncensored, termasuk tayangan lain yang menyerang amaliah nahdliyin di masa mendatang, tidak muncul lagi di Trans7. "Beliau akan melakukan langkah perbaikan internal juga media lain di bawah Trans Corp. Beliau berjanji medianya akan ikut mengembalikan citra pondok pesantren yang tercederai oleh tayangan itu," ujar Oing.

Tindakan yang Diambil

Chairul Tanjung menyatakan bahwa dirinya sengaja datang ke Pesantren Lirboyo Kediri untuk sowan dan berdiskusi dengan keluarga besar pesantren. Dalam diskusi tersebut, beberapa hal dibicarakan, salah satunya adalah tuntutan dari Pesantren Lirboyo Kediri agar pihak yang bertanggung jawab terhadap penayangan tersebut diberi sanksi yang tegas.

"Dalam artian berupa pemecatan dan telah kami lakukan. Orang yang bertanggungjawab sudah dipecat," katanya. Ia juga menambahkan bahwa dari rumah produksi (PH) yang memproduksi acara tersebut juga telah diputus kerjasamanya.

Penayangan acara tersebut juga telah diberhentikan atau tidak ditayangkan selama-lamanya. Selain itu, pihaknya juga membahas bagaimana hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Untuk itu, manajemen memberikan arahan yang jelas ke Trans7 agar betul-betul memperhatikan acara yang dibuat untuk tidak menyinggung terkait amaliah di pondok pesantren.

Pihaknya siap memberikan saksi berupa pemecatan bagi yang melanggar hal tersebut. "Berikutnya kami juga menayangkan program khusus berupa pesantren ke pesantren yang terkait dengan menonjolkan kebaikan dari pendidikan dan sejarah dari pesantren agar masyarakat secara umum memahami keindahan, keunggulannya," tambahnya.

Harapan Bersama

Chairul Tanjung berharap dengan silaturahmi ini semua bisa tenang kembali, situasi kembali kondusif sehingga semua bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. "Kebersamaan umat hari ini kita jaga. Oleh karena itu kami berharap umat Islam bisa bersatu dan bisa membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju, makmur dan berkeadilan," katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan