POPNAS: Sulawesi Tengah Raih Emas, Bertarung di Tengah Dominasi DKI dan Jawa

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
POPNAS: Sulawesi Tengah Raih Emas, Bertarung di Tengah Dominasi DKI dan Jawa
POPNAS: Sulawesi Tengah Raih Emas, Bertarung di Tengah Dominasi DKI dan Jawa

Semangat Atlet Muda Sulawesi Tengah di Popnas XVII dan Peparpenas XI

Di tengah pesta olahraga nasional yang digelar dalam rangka Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI Jakarta 2025, kontingen Sulawesi Tengah mulai menunjukkan langkah berarti. Meskipun baru mengoleksi satu medali emas, dua perak, dan tiga perunggu, semangat juang para atlet muda dari Tanah Kaili tetap terjaga meski menghadapi dominasi provinsi-provinsi besar seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Berdasarkan klasemen sementara hingga Sabtu (8/11), Sulawesi Tengah menempati posisi ke-19 dari 22 provinsi peserta. Meskipun capaian ini belum spektakuler, namun mencerminkan potensi besar yang mulai berkembang di daerah yang giat membangun ekosistem olahraga pelajar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Medali Emas Pertama dari Cabang Atletik

Medali emas pertama Sulawesi Tengah diraih dari cabang atletik nomor lari jarak menengah. Sebuah kejutan manis dari atlet muda berusia 16 tahun asal Parigi Moutong. Dengan langkah ringan dan fokus penuh, ia berhasil menyalip lawannya di 50 meter terakhir untuk mengamankan kemenangan dramatis di Stadion Atletik Rawamangun.

Pelatih tim atletik Sulawesi Tengah, Syamsul Bahri, menyampaikan bahwa pencapaian itu menjadi bukti kerja keras pembinaan di tingkat daerah. “Kami datang bukan dengan target besar, tapi dengan tekad kuat. Anak-anak ini membawa nama daerah dengan hati,” ujarnya sambil menahan haru.

Capaian Lain dari Berbagai Cabang Olahraga

Sementara itu, dua medali perak datang dari cabang pencak silat dan renang, sementara tiga perunggu disumbangkan oleh cabang taekwondo dan bulu tangkis. Meski jumlah medali belum banyak, keberhasilan tersebut menjadi dorongan moral besar bagi kontingen yang beranggotakan 78 atlet muda.

Sulawesi Tengah kini bersaing ketat dengan provinsi lain di papan bawah klasemen seperti Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat. Namun, peluang untuk menambah medali masih terbuka, terutama dari cabang bela diri yang akan digelar hingga Minggu malam.

Komentar dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah, Abdul Rahman Lamakampali, mengaku puas dengan perkembangan para atlet. “Ini bukan soal posisi di klasemen, tapi soal fondasi pembinaan jangka panjang. Popnas menjadi ajang evaluasi untuk melahirkan bibit-bibit unggul menuju PON dan ajang nasional lainnya,” katanya.

Ajang Popnas XVII dan Peparpenas XI diikuti oleh 5.783 atlet pelajar dari seluruh Indonesia. Kompetisi berlangsung di 30 arena berstandar nasional dan internasional di empat kota administrasi DKI Jakarta, menampilkan 23 cabang olahraga di Popnas dan empat cabang di Peparpenas.

Hingga hari kedelapan, total 250 medali emas telah diperebutkan. DKI Jakarta masih kukuh di puncak klasemen dengan 71 emas, disusul Jawa Tengah (43 emas) dan Jawa Timur (39 emas). Jawa Barat yang sempat menempati posisi tiga besar kini turun ke peringkat empat.

Perjalanan Atlet dari Daerah Terpencil

Bagi Sulawesi Tengah, partisipasi di Popnas bukan sekadar angka di tabel klasemen. Di balik setiap medali, ada cerita tentang pengorbanan, disiplin, dan tekad yang teruji. Banyak atlet datang dari kabupaten terpencil dengan fasilitas terbatas, namun berlatih keras demi bisa tampil di ajang nasional bergengsi ini.

“Kami ingin anak-anak Sulawesi Tengah percaya diri bersaing di tingkat nasional. Setiap langkah kecil mereka adalah investasi besar untuk masa depan olahraga daerah,” ujar Rahman. Ia menegaskan, dukungan pemerintah provinsi terhadap pembinaan olahraga pelajar akan terus diperkuat pasca-Popnas.

Dengan satu emas yang sudah dikantongi, Sulawesi Tengah mungkin belum menembus papan atas, tetapi spirit mereka menyalakan asa. Di tengah sorotan megah DKI dan Jawa, kontingen dari timur Indonesia itu membuktikan bahwa semangat, bukan angka, yang sesungguhnya menentukan arti kemenangan.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan