Populer Kaltim: Penyelidikan dan Revitalisasi Pasar Segiri Samarinda

admin.aiotrade 24 Okt 2025 5 menit 21x dilihat
Populer Kaltim: Penyelidikan dan Revitalisasi Pasar Segiri Samarinda
Populer Kaltim: Penyelidikan dan Revitalisasi Pasar Segiri Samarinda

Berita Populer di Kalimantan Timur dalam 24 Jam Terakhir

Selama 24 jam terakhir, beberapa berita menarik muncul di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Mulai dari penggeledahan kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), hingga kabar tahanan yang kabur dari Polsek Samarinda Kota dan rencana revitalisasi Pasar Segiri. Berikut ini adalah daftar lengkap berita populer Kaltim:

1. Penggeledahan Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kutim

Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Timur melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kamis (23/10/2025). Penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kaltim, AKBP Kadek Adi Budi Astawa, berlangsung selama delapan jam, mulai pukul 10.00 hingga 18.00 Wita.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kutim yang terletak di Jalan A.W. Syahranie, Kecamatan Sangatta Utara, menjadi lokasi pemeriksaan intensif oleh tim penyidik. “Terkait RPU (Rice Processing Unit) dilakukan penggeledahan, kami masuk dari jam 10.00 sampai jam 18.00 Wita, beberapa dokumen dan barang kami amankan untuk penyelidikkan lebih lanjut,” ujar Adi.

Kasus yang tengah diselidiki berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi proyek Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar. Proyek tersebut sebelumnya disebut-sebut bermasalah dalam pelaksanaannya, sehingga menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.

Dalam proses penggeledahan, sejumlah dokumen penting dan unit komputer diamankan dari ruangan kantor. Barang bukti tersebut kemudian dimasukkan ke dalam empat kotak plastik besar untuk dibawa ke Mapolda Kaltim sebagai bahan pemeriksaan lanjutan. “Dan unit komputer yang berkaitan dengan dugaan kasus korupsi RPU,” imbuhnya.

AKBP Kadek Adi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi Rice Processing Unit yang berada di Kecamatan Sangatta Selatan sehari sebelumnya. Namun, ia enggan membeberkan detail terkait barang-barang yang diperiksa di lapangan maupun pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

2. Tahanan Polsek Samarinda Kota yang Kabur Terpantau Menuju Balikpapan

Dua tahanan Polsek Samarinda Kota yang masih buron setelah kabur dari ruang tahanan, kini terpantau berjalan kaki di kawasan Loa Janan, mengarah ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam rekaman CCTV milik warga yang beredar, kedua tahanan terlihat berjalan santai sambil mengenakan hoodie, seolah tidak tergesa-gesa meninggalkan wilayah Samarinda.

Temuan ini segera ditindaklanjuti aparat kepolisian yang kini memperluas wilayah pencarian. Menanggapi video tersebut, Polresta Samarinda mengerahkan tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Satreskrim Polresta Samarinda, dan Subdit Jatanras Polda Kaltim. Langkah ini diambil untuk memastikan para tahanan tidak sempat kabur ke luar daerah.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasat Reskrim AKP Agus Setyawan mengatakan, pengejaran kini tidak hanya difokuskan di Samarinda, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Balikpapan. “Tim kita bagi menjadi beberapa tim. Salah satunya tim yang sedang melaksanakan kegiatan di Balikpapan sudah melaksanakan pengejaran di sana,” ujar Agus, Kamis (23/10/2025).

Sebelumnya, sebanyak 15 tahanan melarikan diri dari Polsek Samarinda Kota pada Minggu (19/10/2025) dini hari, dengan cara membobol dinding toilet menggunakan besi jemuran. Dari total tahanan yang kabur, 11 orang telah berhasil ditangkap kembali oleh aparat gabungan. Namun, dua di antaranya masih dalam pengejaran dan diduga kuat merupakan sosok yang terekam di kamera pengawas warga.

Agus juga meminta masyarakat agar turut berperan aktif membantu aparat dengan memberikan informasi jika melihat orang mencurigakan di sekitar lingkungan mereka. “Segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat jika menemukan orang dengan ciri mencurigakan agar bisa kami tindaklanjuti secepatnya,” tegasnya.

3. Revitalisasi Pasar Segiri Samarinda

Setelah sukses mengubah wajah Pasar Pagi Samarinda menjadi bangunan modern dan tertata, Pemerintah Kota Samarinda kini bersiap melanjutkan revitalisasi Pasar Segiri, salah satu pasar paling vital di Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek ini disebut akan menjadi salah satu program strategis kota pada tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp200 miliar.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa konsep penataan Pasar Segiri sejatinya sudah lama direncanakan dan kini memasuki tahap finalisasi rancangan teknis oleh konsultan perencana. “Pasar Segiri kan pasar besar di Kaltim yang beroperasi 24 jam, termasuk bahan pokok yang dikirim ke daerah-daerah lain. Jadi kalau kebutuhan pangan itu di Pasar Segiri, tapi kalau barang-barang seperti kain itu di Pasar Pagi yang insyaAllah bulan November pedagang Pasar Pagi sudah masuk,” ujar Marnabas.

Rancangan revitalisasi yang telah dipresentasikan menekankan efisiensi ruang dan fungsi, dengan bangunan hanya terdiri dari dua lantai agar tetap sesuai dengan karakter pasar grosir bahan pangan. “Karena di situ ada grosir, bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, dan sebagainya itu kan tidak bisa di lantai dua, maka kita konsep dua lantai saja,” jelasnya.

Marnabas menambahkan, meskipun estimasi biaya mencapai Rp257 miliar, Pemkot akan mengoptimalkan perencanaan agar cukup dengan Rp200 miliar tanpa mengurangi kualitas konstruksi dan tata ruang. Salah satu fokus utama adalah pendataan dan pengaturan ulang lapak pedagang agar tertata rapi serta menghindari potensi sengketa lokasi.

“Pedagangnya banyak, hampir 2.021 yang eksisting sekarang ini. Sudah didata, cuma saya sudah minta agar betul diatur. Jangan sampai maya saja, mana belakang, petak, dan lain-lain,” tegasnya.

Selain perencanaan fisik, Pemkot juga tengah mencari lokasi relokasi sementara untuk menampung ribuan pedagang selama proses pembangunan berlangsung. Pilihan lokasi masih dikaji, mengingat tidak semua area bisa menampung aktivitas pasar grosir yang intens.

Marnabas menjelaskan bahwa untuk relokasi pedagang Pasar Segiri, Pemkot Samarinda tidak dapat lagi memanfaatkan Segiri Grosir Samarinda (SGS) seperti saat penataan Pasar Pagi. Ia menyebut pihaknya kini tengah mencari lokasi alternatif secara paralel, dengan harapan eks Bandara Temindung dapat dipinjamkan oleh Gubernur Kaltim sebagai tempat relokasi sementara.

“Karena ini kan beda, kalau Pasar Pagi lebih banyak pakaian dan sebagainya sehingga cocok direlokasi di SGS. Kalau mereka ini kan grosir seperti cabai, sayur, dan lain-lain. Semoga Pak Gubernur bisa meminjamkan eks bandara untuk kita gunakan paling tidak setahun,” katanya.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan