Porsche Siap Dikemudikan CEO Baru Tahun Depan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Porsche Siap Dikemudikan CEO Baru Tahun Depan


Pengembangan mobil hibrida menjadi fokus utama Porsche, dan sosok baru di pucuk pimpinan perusahaan ini memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang tersebut. Michael Leiters, yang akan menjabat sebagai CEO Porsche mulai 1 Januari 2026, telah memainkan peran penting dalam mengembangkan model pertama Cayenne hibrida dan membantu Ferrari merancang supercar hibrida pertamanya.

Porsche kini sedang menghadapi tantangan besar. Setelah bertahun-tahun menjadi sumber pendapatan bagi Grup Volkswagen, perusahaan asal Jerman ini mengalami penurunan laba, penjualan yang melambat di Cina, serta dampak dari tarif AS. Selain itu, permintaan terhadap mobil listrik juga tidak sebesar harapan. Faktanya, Porsche harus menunda atau menghentikan beberapa proyek mobil listrik dengan biaya besar-besaran sebesar $2,1 miliar (€1,8 miliar).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam situasi seperti ini, Porsche lebih fokus pada pengembangan mobil hibrida. Dan inilah saatnya Michael Leiters masuk ke dalam skenario ini. Ia bukan orang asing di dunia Porsche. Seorang insinyur bergelar doktor, Leiters memulai karirnya di Porsche pada tahun 2000, awalnya sebagai manajer proyek. Pada tahun 2006, ia menjadi manajer proyek untuk Cayenne hibrida pertama, yang diluncurkan pada tahun 2010.


CEO Porsche Michael Leiters
Foto oleh: Porsche

Setelah sukses dengan Cayenne hibrida, Leiters kemudian memimpin seluruh proyek Cayenne sebelum akhirnya menjadi direktur lini produk. Meski meninggalkan Porsche pada tahun 2013, ia tidak berhenti berkontribusi dalam pengembangan mobil hibrida. Tahun 2014, ia bergabung dengan Ferrari sebagai Chief Technology Officer (CTO), di mana ia berperan dalam pengembangan hibrida plug-in pertama merek tersebut, SF90 Stradale, dan 296 GTB. Ia juga terlibat dalam pengembangan awal Purosangue, SUV pertama Ferrari.

Setelah delapan tahun di Ferrari, Leiters pindah ke McLaren sebagai CEO. Di sana, ia fokus pada elektrifikasi dan mencoba memecahkan masalah perangkat lunak, meningkatkan penjualan, serta memaksimalkan kapasitas produksi. Ia dikreditkan dengan meningkatkan kualitas pembuatan mobil McLaren, termasuk memperbaiki hibrida Artura. Namun, kinerja keuangan McLaren tidak sepenuhnya membaik selama masa jabatannya.

Leiters meninggalkan McLaren pada April 2024 setelah perusahaan tersebut bergabung dengan Forseven, sebuah perusahaan rintisan mobil listrik. Kini, ia kembali ke Porsche, tempat ia dikenal sebagai sosok yang tepat untuk memimpin perusahaan di tengah perubahan besar dalam industri otomotif.


Porsche Cayenne S Hybrid 2010 adalah proyek besar pertama Leiters.
Foto oleh: Porsche

Dengan fokus pada mobil hibrida, Leiters diharapkan dapat membawa Porsche melewati tantangan saat ini. Perusahaan ini telah bertaruh besar pada hibrida dan hibrida plug-in untuk jangka pendek. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia tampaknya cocok untuk posisi ini. Namun, pekerjaan ini tidak akan mudah.

Beberapa proyek mobil listrik Porsche telah ditunda, dan perusahaan perlu segera menemukan solusi yang efektif. Dengan bantuan Leiters, Porsche berharap bisa mengubah arah dan tetap kompetitif di pasar global.

Selain itu, Porsche juga sedang mengembangkan konversi mobil listrik yang ramah anggaran, seperti Porsche 924S EV. Proyek ini menunjukkan bahwa perusahaan masih ingin menjajaki alternatif lain di luar mobil listrik murni.

Konversi Porsche 924S EV yang Ramah Anggaran
Porsche Cayenne EV Melewati Seluruh Tahap Prototipe Berkat AI

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan