
Potensi Migas di Buleleng Menarik Perhatian Pemerintah Daerah
Buleleng, yang dikenal dengan keindahan alamnya, kini mulai menarik perhatian pemerintah daerah terhadap potensi sumber daya alam (SDA) berupa minyak dan gas (migas). Pemkab Buleleng bahkan sedang mempersiapkan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang akan mengelola aspek migas. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, pada Minggu 9 November 2025.
Menurut Sutjidra, potensi migas di wilayah tersebut sudah dalam proses pengembangan. Beberapa kali investor telah bertemu dengan pihak pemerintah dan melakukan eksplorasi. Meski tidak menyebutkan identitas investor secara spesifik, ia menyatakan bahwa investor tersebut merupakan perusahaan minyak terbesar di dunia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami telah melaporkan hasilnya kepada gubernur, sehingga tahap selanjutnya adalah eksploitasi. Ini yang kita tunggu. Namun sebelum itu, harus ada BUMD yang nantinya bersinergi dengan Pemprov Bali," jelasnya.
Potensi SDA yang dimaksud berupa gas alam. Berdasarkan laporan yang diterima, potensinya mencapai 23,3 triliun kaki kubik (TCF), setara dengan empat miliar barel setara minyak (BOE). Lokasi potensi tersebut berada di laut Buleleng, dengan nama titik yaitu Blok Agung I dan Agung II.
Sutjidra berharap seluruh proses yang dibutuhkan untuk eksploitasi SDA ini dapat berjalan lancar. Dengan demikian, eksekusi bisa dilakukan pada tahun depan.
"Mohon doanya agar nanti eksploitasi yang dilakukan oleh salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia bisa berhasil, sehingga bisa memberikan kontribusi positif untuk kabupaten Buleleng," tambahnya.
Sebelumnya, pengelolaan potensi migas ini mendapat perhatian dari DPRD Buleleng, khususnya pada rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Buleleng terhadap Ranperda APBD 2026, yang berlangsung pada Kamis 6 November 2025. Salah satu fraksi yang menyampaikan aspirasi adalah Fraksi Golkar.
Juru bicara Fraksi Golkar, Ketut Hermawan, meminta Pemkab Buleleng segera menindaklanjuti temuan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Buleleng terkait potensi migas yang sangat besar. Partisipasi tersebut dapat dilakukan melalui pembentukan Perusda Migas atau setidaknya melakukan Participating Interest sebesar 10 persen.
Sehingga secara bertahap mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng.
"Pendirian BUMD Migas merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan sosial, pemerataan manfaat sumber daya alam bagi masyarakat lokal, menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas, serta meningkatkan dan memperkuat kemandirian fiskal daerah," ujar Hermawan.
Langkah Strategis untuk Masa Depan Buleleng
Pembentukan BUMD migas ini menjadi langkah strategis yang diharapkan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat Buleleng. Dengan adanya BUMD, pemerintah daerah akan memiliki peran aktif dalam mengelola potensi sumber daya alam yang ada. Hal ini juga akan memastikan bahwa manfaat dari eksploitasi migas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal.
Selain itu, keberadaan BUMD migas juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, yang akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Dengan peningkatan PAD, pemerintah daerah juga akan memiliki sumber pendanaan yang lebih kuat untuk membiayai berbagai program dan proyek pembangunan.
Tidak hanya itu, keberadaan BUMD migas juga akan memperkuat kemandirian fiskal daerah. Dengan memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil, pemerintah daerah dapat lebih leluasa dalam merancang dan menjalankan berbagai kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan eksploitasi migas di Buleleng juga akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan mengelola sumber daya alam secara optimal, daerah dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian nasional.
Tantangan dan Peluang
Meski potensi migas di Buleleng cukup besar, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Pertama, proses eksploitasi harus dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk memastikan tidak merusak lingkungan sekitar. Kedua, koordinasi antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat lokal sangat penting agar semua pihak dapat saling mendukung dan memperoleh manfaat.
Selain itu, perlu adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam. Dengan demikian, masyarakat dapat memantau dan memastikan bahwa manfaat dari eksploitasi migas benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.