Potensi Santa Claus Rally, Saham Perbankan Kembali Bangkit?

admin.aiotrade 15 Des 2025 4 menit 14x dilihat
Potensi Santa Claus Rally, Saham Perbankan Kembali Bangkit?

Tren Pasar Saham di Akhir Tahun 2025

Menjelang penutupan tahun 2025, perhatian investor kembali tertuju pada potensi window dressing dan fenomena Santa Claus rally yang kerap mewarnai pergerakan pasar saham di penghujung tahun. Bobot yang besar dalam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sektor perbankan kembali menjadi pusat perhatian investor apakah momentum akhir tahun ini mampu mendorong penguatan saham bank atau justru tertahan oleh tekanan fundamental.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sejalan dengan ekspektasi penguatan akhir tahun, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar terpantau menguat pada perdagangan hari ini seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Serta saham-saham bank lain hari ini mayoritas bergerak menguat.

Pergerakan Saham Bank Berkapitalisasi Besar

Merujuk data pergerakan saham Stockbit Senin (15/12/2025), saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga pukul 15.30 WIB bergerak naik 2,81% atau 250 poin ke level Rp8.250 per saham, meskipun secara year to date (YtD) masih terkoreksi 14,99% atau 1.450 poin.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada jam yang sama menguat 3,73% atau 170 poin ke posisi Rp4.990 per saham. Namun, secara YtD saham Bank Mandiri masih terperosok 12,46% atau 710 poin.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 4,13% atau 150 poin ke level Rp3.780 per saham, meski secara YtD masih melemah 7,35% atau 300 poin.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang melonjak 4,72% atau 200 poin ke level Rp4.440 per saham. Berbeda dengan bank pelat merah lainnya, saham BNI justru mencatatkan kinerja positif secara tahunan dengan kenaikan YtD sebesar 1,84% atau 80 poin.

Adapun saham perbankan lain juga bergerak variatif. Saham PT CIMB Niaga Tbk. (BNGA) tercatat naik 0,57% atau 10 poin ke level Rp1.750 per saham, dengan kinerja YtD menguat 1,45% atau 25 poin. Saham PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) melonjak 5,83% atau 12 poin ke posisi Rp216 per saham, serta mencatatkan kenaikan YtD sebesar 3,8% atau 8 poin.

Di sisi lain, saham bank digital PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mencatatkan penguatan sebesar 9% atau 190 poin ke level Rp2.190 per saham. Kendati demikian, secara YtD saham ARTO masih melemah 9,88% atau 240 poin.

Analisis dari Ahli Pasar

Senior Market Analyst M. Nafan Aji Gusta menyampaikan bahwa secara historis, Santa Claus rally merujuk pada kecenderungan penguatan pasar saham pada lima hari perdagangan terakhir Desember hingga dua hari pertama Januari. Dia bilang bahwa fenomena musiman ini juga tercatat terjadi di pasar saham Indonesia, meskipun tidak selalu konsisten setiap tahunnya.

Nafan menilai bahwa aktivitas window dressing dan penyesuaian portofolio investor institusi menjelang akhir tahun kerap menjadi pemicu utama pergerakan harga saham, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti perbankan.

Menurutnya penguatan saham perbankan pada Desember lebih banyak dipengaruhi oleh faktor musiman. Nafan memandang bahwa momentum seasonality menjelang akhir tahun kerap mendorong peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat, terutama menjelang perayaan Nataru, yang berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor perbankan.

“Pada Desember, faktor musiman cukup dominan. Momentum Natal dan Tahun Baru biasanya mendorong aktivitas konsumsi, yang pada akhirnya bisa memberikan manfaat bagi perbankan,” ujar Nafan kepada Bisnis, Senin (15/12/2025).

Kondisi Makroekonomi dan Potensi Penguatan

Dari sisi makroekonomi domestik, peluang terjadinya Santa Claus rally dinilai masih terbuka. Inflasi Indonesia tercatat tetap terkendali dalam kisaran target Bank Indonesia, sehingga membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga optimistis momentum Natal dan Tahun Baru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 ke kisaran 5,4% sampai dengan 5,6%, seiring dengan berbagai stimulus fiskal, mulai dari penyaluran bantuan sosial hingga diskon transportasi dan tarif tol.

Namun demikian, pelaku pasar juga diingatkan untuk tetap mencermati sejumlah faktor penghambat seperti entimen global yang masih diliputi ketidakpastian serta potensi arus modal keluar. Selain itu, jika ekspektasi Santa Claus rally telah sepenuhnya tercermin dalam harga saham, maka peluang terjadinya reli lanjutan bisa menjadi lebih terbatas.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan