
Kehidupan Rica, Bocah 12 Tahun yang Berjuang Merawat Ayahnya
Rica adalah seorang bocah perempuan berusia 12 tahun yang tinggal di Desa Tebing Rambutan, Kecamatan Nasal. Kehidupannya tidak seperti anak seusianya yang biasanya menikmati masa sekolah dan bermain bersama teman-temannya. Sebaliknya, Rica menghabiskan waktunya untuk merawat ayahnya yang sedang sakit dan lumpuh. Kondisi ini memaksa ia harus meninggalkan bangku sekolah demi membantu kebutuhan sehari-hari ayahnya yang terbaring lemah.
Kehidupan Rica kini menjadi sorotan banyak pihak setelah kisahnya kerap disoroti oleh media dan tim lapangan Pemkab Kaur. Dalam beberapa waktu terakhir, keadaan keluarga Rica mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Salah satunya adalah Gusril Pausi, Bupati Kaur, yang secara langsung berkunjung ke kediaman Rica pada Minggu (26/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gusril menyatakan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan pendidikan Rica. Ia menegaskan bahwa semua persyaratan administrasi seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP ayahnya sudah dipersiapkan. Selain itu, Pemkab Kaur juga bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memberikan bantuan langsung berupa uang tunai, sembako, serta perlengkapan kebutuhan harian.
Baznas juga turut memberikan bantuan berupa uang tunai. Sementara Pemda memberikan bantuan sembako, jelas Gusril. Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa Rica bisa kembali bersekolah tanpa kendala.
Pemkab Kaur juga mengakui bahwa informasi tentang kondisi Rica diperoleh dari beberapa pemberitaan media. Gusril mengungkapkan bahwa ia terenyuh ketika mengetahui ada warganya yang tidak bisa sekolah karena harus merawat ayahnya yang sakit. Tanpa pikir panjang, ia langsung berencana untuk mendatangi rumah Rica dan berhasil terealisasi pada hari Minggu tersebut.
Gusril menyampaikan apresiasi kepada media yang telah mengangkat kisah Rica. Menurutnya, tanpa pemberitaan dari media, mungkin pemerintah tidak akan bisa menjangkau hingga ke pelosok seperti Desa Tebing Rambutan.
Begitu saya mendapat informasi, langsung saya koordinasikan agar bisa turun langsung ke lokasi, ujarnya.
Selain itu, Gusril menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan semua anak mendapatkan kesempatan pendidikan, termasuk anak-anak dengan kondisi keluarga yang sulit atau kebutuhan khusus. Menurutnya, anak-anak seperti Rica harus menjadi tanggung jawab bersama agar mereka tetap bisa bersekolah dan tidak tertinggal.
Rica memang mengurus ayahnya, namun ada juga beberapa kakaknya yang ikut membantu. Kami berterima kasih kepada para wartawan yang menyuarakan ini sampai kepada saya, ujar Gusril.
Bantuan yang Diberikan kepada Keluarga Rica
Berikut adalah beberapa bantuan yang diberikan kepada keluarga Rica:
- Bantuan finansial: Uang tunai dari Baznas untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
- Sembako: Bantuan pangan dari Pemda Kaur.
- Administrasi: Persiapan dokumen penting seperti KK dan KTP ayah Rica.
- Dukungan pendidikan: Pemkab Kaur menjamin bahwa Rica dapat kembali bersekolah tanpa kendala.
Peran Media dalam Mengangkat Isu Ini
Media berperan penting dalam mengangkat isu-isu sosial seperti kehidupan Rica. Tanpa adanya liputan dari media, kemungkinan besar isu ini tidak akan sampai ke pihak berwenang. Oleh karena itu, Gusril menyampaikan rasa terima kasih kepada para jurnalis yang telah memberitakan kisah ini.