
PP KAMMI Mengapresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
PP KAMMI, organisasi mahasiswa yang aktif dalam berbagai isu sosial dan politik di Indonesia, baru-baru ini mengadakan diskusi kritis terkait satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam acara tersebut, PP KAMMI memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam menunjukkan dampak positif bagi masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu capaian penting yang disebutkan adalah pemulihan kerugian negara dari kasus korupsi di sektor minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, yang mencapai angka Rp13,255 triliun. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga aset negara serta memerangi praktik korupsi di sektor strategis.
Pemulihan kerugian negara ini memiliki potensi besar untuk mendorong perbaikan fiskal negara dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi, menyatakan bahwa meskipun ada itikad baik dari pemerintah, evaluasi dan peningkatan kinerja harus terus dilakukan agar hasilnya semakin optimal.
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Selain itu, PP KAMMI juga menyoroti beberapa isu penting yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya adalah evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk memperbaiki gizi anak dan menurunkan angka stunting. Program ini telah berhasil menciptakan lapangan kerja sebesar 290 ribu orang pada Agustus 2025 dan melibatkan satu juta UMKM di seluruh Indonesia.
Namun, seperti halnya semua program, MBG tidak sepenuhnya sempurna. PP KAMMI menilai pemerintah perlu segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya, terutama setelah meningkatnya kasus keracunan massal akibat makanan MBG di berbagai daerah.
Berdasarkan data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sejak September hingga 19 Oktober 2025, tercatat sebanyak 13.168 anak mengalami keracunan akibat makanan MBG. Hal ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera meninjau teknis pelaksanaan program tersebut.
Jundi menegaskan bahwa tujuan utama MBG sesuai janji kampanye Presiden adalah memperbaiki gizi anak dan menurunkan angka stunting. Oleh karena itu, pemerintah perlu memprioritaskan pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan angka stunting tertinggi, yang dapat merujuk pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Penyimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan dan Kinerja Kementerian
Selain MBG, PP KAMMI juga menyoroti penyimpangan alokasi anggaran pendidikan dan evaluasi kinerja sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih. Menurut Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Arsandi, pemerintah perlu segera bertindak tegas terhadap menteri yang berkinerja buruk.
Berdasarkan survei kepuasan publik terhadap kinerja para menteri oleh berbagai lembaga riset, hasilnya bisa menjadi acuan bagi Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan reshuffle kabinet, terutama untuk kementerian yang tidak menunjukkan kinerja optimal.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, PP KAMMI mengapresiasi langkah-langkah pemerintah dalam satu tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, evaluasi dan peningkatan kinerja tetap diperlukan agar capaian yang dicapai dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.