PPRO Kurangi Kerugian 95% Jadi Rp37 Miliar di Kuartal III/2025

admin.aiotrade 22 Okt 2025 2 menit 11x dilihat
PPRO Kurangi Kerugian 95% Jadi Rp37 Miliar di Kuartal III/2025

Perbaikan Kinerja PT PP Properti Tbk. (PPRO) di Kuartal III/2025

PT PP Properti Tbk. (PPRO) berhasil mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal III/2025 dengan berhasil memangkas rugi bersih yang sebelumnya sangat tinggi. Hal ini terjadi karena adanya penurunan beban keuangan yang ditanggung oleh perseroan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan laporan keuangan hingga akhir September 2025, PPRO membukukan rugi bersih sebesar Rp37,02 miliar. Angka ini mengalami penyusutan sebesar 94,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp720,23 miliar. Penyebab utama dari penyusutan kerugian ini adalah berkurangnya pos beban keuangan selama Januari-September 2025. PPRO tercatat membukukan beban keuangan sebesar Rp141,41 miliar pada kuartal III/2025, turun sebesar 79,71% secara year on year (YoY).

Di sisi lain, entitas anak BUMN Karya PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) tersebut menorehkan pendapatan usaha senilai Rp230,97 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Capaian ini mengalami penurunan sebesar 19,75% dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp287,81 miliar.

Pendapatan PPRO berasal dari beberapa segmen usaha, termasuk sektor real estate yang memberikan kontribusi sebesar Rp144,22 miliar dan segmen properti yang menyumbang Rp86,75 miliar. Meski demikian, perseroan juga mencatatkan beban pokok sebesar Rp223,89 miliar pada kuartal III/2025, turun 12,67% YoY. Kondisi ini membuat PPRO mencatatkan laba kotor sebesar Rp7,08 miliar, yang anjlok sebesar 77,48% secara tahunan.

Dari sisi neraca keuangan, total aset PPRO tercatat senilai Rp17,75 triliun, turun 2,70% dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp18,24 triliun. Sementara itu, liabilitas perusahaan juga mengalami penurunan tajam sebesar 62,82% year to date (YtD) menjadi Rp5,97 triliun dari Rp16,05 triliun. Pada saat yang sama, ekuitas perseroan melonjak sebesar 436,53% menuju posisi Rp11,78 triliun pada kuartal III/2025.

Posisi kas dan setara kas perusahaan juga mengalami penurunan sebesar 27,24% YoY menjadi Rp47,10 miliar dari Rp67,74 miliar pada tahun lalu.

Peringkat Kredit yang Ditingkatkan

Dalam perkembangan terbaru, PT Pemeringkat Kredit Indonesia (Pefindo) meningkatkan peringkat PPRO dari posisi default (SD) menjadi CCC/Stable. Head of Non-Financial Institution Ratings 2 Pefindo, Yogie Surya Perdana, menjelaskan bahwa kenaikan peringkat PPRO dari SD menjadi CCC/Stable dipengaruhi oleh hasil homologasi dengan kreditur melalui PKPU (Penyelesaian Kepailitan).

Meskipun demikian, secara fundamental kinerja PPRO dinilai masih relatif lemah karena tantangan konversi stok menjadi arus kas yang menjadi faktor krusial bagi penilaian kualitas kredit. Kondisi serupa juga berlaku untuk ADCP.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan