aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
PT PP Properti Tbk (PPRO) memberikan update terkait rencana pemulihan kinerja perusahaan, meskipun sahamnya masih dalam status suspensi. Direktur PPRO, Ikhwan Putra Pradhana, menjelaskan bahwa ada tiga strategi utama yang sedang dijalankan sebagai bagian dari upaya pemulihan keuangan dan penyelesaian kewajiban.
Rencana Pertama: Proses PKPU dan Perdamaian
Pertama, perseroan melakukan kegiatan yang difasilitasi oleh Tim Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), konsultan, serta penasihat keuangan untuk mencapai perdamaian dan mengakhiri proses PKPU.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tujuan dari rencana ini adalah selesai pada kuartal I 2025 dengan progres mencapai 100%. PPRO telah mencapai kesepakatan dalam proses homologasi pada 17 Februari 2025.
“Dengan demikian, status PKPU perseroan telah resmi dicabut dan putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap,” ujar Ikhwan dalam keterbukaan informasi tertanggal 29 Desember 2025.
Rencana Kedua: Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO)
Kedua, pelaksanaan rapat umum pemegang obligasi (RUPO) untuk mengubah perjanjian perwaliamanatan sesuai dengan putusan homologasi.
Rencana ini ditargetkan rampung pada kuartal II 2026 dengan progres saat ini sekitar 50%. Untuk tahapan ini, PPRO telah mengajukan surat permohonan kepada wali amanat guna pelaksanaan RUPO.
Namun, ada tanggapan dari wali amanat terkait penundaan pelaksanaan RUPO hingga selesainya pembahasan antara wali amanat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Wali amanat menyampaikan penundaan pelaksanaan RUPO sampai dengan selesainya diskusi dengan OJK,” jelas Ikhwan.
Rencana Ketiga: Penyesuaian Nilai dan Jadwal Pembayaran
Ketiga, penyesuaian besaran nilai serta jadwal pembayaran bunga dan pokok instrumen obligasi dan medium term notes (MTN) yang akan disampaikan kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Rencana ini juga ditargetkan rampung pada kuartal II 2026 dengan progres yang telah mencapai 60%.
“Perseroan telah melakukan korespondensi kepada KSEI terkait permohonan penyesuaian besaran nilai serta jadwal pembayaran bunga dan pokok instrumen obligasi dan MTN sesuai dengan putusan homologasi,” ungkap Ikhwan.
Status Perdagangan Saham
Hingga saat ini, perdagangan saham PPRO masih berada dalam status suspensi dan terakhir diperdagangkan pada level Rp 21 per saham.
PPRO Chart
by TradingView