
Kebiasaan Belajar Presiden Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini ia masih memiliki kebiasaan belajar setiap hari selama empat jam. Pengakuan ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (18/10/2025). Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa gelar pendidikan yang diperoleh para lulusan bukanlah akhir dari perjalanan ilmu, melainkan awal dari proses belajar yang panjang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Saya sampai sekarang masih mungkin 2, 3, 4 jam tiap hari saya belajar," ujar Prabowo, seperti dilansir dalam siaran YouTube UKRI TV, Selasa (21/10/2025).
Waktu Belajar dan Kebiasaan Tidur
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa ia membaca paling sedikit selama dua jam setiap harinya. Namun, kebiasaan belajar ini sering kali membuatnya tidur larut malam. "2 jam paling sedikit saya baca," tambahnya.
Prabowo membandingkan situasi saat ini dengan masa lalunya. Ia menyatakan bahwa generasi muda saat ini lebih mudah dalam belajar karena adanya akses internet dan berbagai teknologi canggih. "Sekarang ada YouTube, ada internet ya. Zaman saya dulu enggak ada. Ada ChatGPT. Enak sekali kalian ya. Tanya 'Pakde' Google. Dulu enggak ada, kita harus cari sendiri," katanya.
Teknologi: Bukan Sekadar Keuntungan
Meskipun merasa bahwa teknologi modern sangat membantu manusia, Prabowo juga mengingatkan bahwa teknologi bisa menjadi ancaman jika digunakan secara tidak benar. "Teknologi bagus, tapi teknologi juga bisa menyusahkan kita," ujarnya.
Ia menyoroti bahwa dengan kemajuan teknologi, terutama artificial intelligence (AI), orang-orang kini lebih mudah membuat dan menyebarkan informasi palsu. "Gampang dengan AI membuat seolah-olah benar padahal tidak benar," kata Presiden.
Contohnya, ia menjelaskan bahwa selama masa kampanye, muncul video yang menunjukkan dirinya pintar menyanyi, berbahasa Mandarin, hingga berbahasa Arab. Padahal, hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Pentingnya Kesadaran Terhadap Informasi
Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh takut terhadap teknologi. Justru, ia menekankan pentingnya kesadaran untuk membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak. "Rakyat perlu diberi tahu bahwa tidak semua yang ada di media sosial itu benar dan baik," imbuhnya.
Kesiapan Generasi Muda Menghadapi Perkembangan Teknologi
Dalam kesempatan ini, Presiden juga memberikan semangat kepada generasi muda. Ia menekankan bahwa meskipun teknologi telah berkembang pesat, tetap diperlukan kecerdasan dan ketelitian dalam menggunakan alat-alat tersebut. "Jangan sampai kita tertipu oleh informasi yang tidak jelas asalnya," pesannya.
Dengan pengalaman belajar yang terus-menerus, Prabowo memberikan contoh nyata bahwa pembelajaran tidak pernah berakhir. Ia percaya bahwa dengan tekad dan kesadaran yang tinggi, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan positif.