
Presiden Prabowo Subianto Membahas Program Makanan Gratis
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa angka keracunan makanan dalam program makan gratis masih berada dalam koridor manusiawi, terlepas dari jumlah besar penerima manfaat. Ia menjelaskan bahwa hingga setahun pemerintahannya berjalan, program makan gratis sudah mencapai 12.508 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dari target yang ditetapkan sebanyak 32 ribu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam penjelasannya, Prabowo menyebutkan bahwa telah ada 1,4 miliar porsi yang dibagikan kepada 36,7 juta penerima manfaat MBG. Penerima manfaat ini meliputi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Jumlah ini dinilai sebagai prestasi yang luar biasa karena setara dengan enam kali populasi Singapura.
Prabowo menegaskan bahwa capaian ini bisa dianggap sebagai keberhasilan, mengingat Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva membutuhkan waktu selama 11 tahun untuk mencapai 11 juta penerima manfaat. Ia juga meminta Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, agar tidak memaksakan angka penerima selama pelaksanaan program berjalan baik.
Angka Keracunan dan Statistik yang Dijelaskan
Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa program ini tidak sepenuhnya tanpa kekurangan. Ada beberapa kasus keracunan makanan yang dilaporkan. Namun, ia menekankan bahwa angka tersebut masih dalam koridor error yang manusiawi.
“Ada beberapa ribu yang keracunan makan, sakit perut, tetapi kalau diambil statistik 8.000 dari 1,4 miliar (porsi) masih dalam koridor eror yang manusiawi,” ujar Prabowo saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, 20 Oktober 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa tingkat keracunan mencapai sekitar 0,0007 dari total porsi MBG yang dibagikan. Artinya, 99,99 persen dari porsi tersebut berhasil tanpa masalah. Prabowo menegaskan bahwa sangat sulit untuk menjalankan usaha manusia dengan volume yang begitu besar tanpa adanya kesalahan sedikit pun.
Tindakan Preventif dan Proses Pengawasan
Prabowo meminta Dadan untuk menetapkan prosedur ketat dalam pelaksanaan MBG agar tidak terjadi penyimpangan. Ia menekankan pentingnya kebersihan tangan dan ketersediaan air bersih serta sabun di setiap sekolah.
“Kita juga harus yakinkan para guru-guru yang semua terlibat untuk mendidik anak-anak kita kalau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dadan telah menutup SPPG atau dapur makan bergizi gratis yang tidak sesuai standar operasional. Penutupan ini dilakukan setelah terjadi kasus keracunan massal yang dialami siswa dan guru beberapa waktu lalu.
“Sekarang itu ada 106 yang dihentikan operasionalnya, baru 12 yang kami rilis,” ungkap Kepala BGN Dadan Hindayana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Oktober 2025.
Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan
Di sisi lain, Dadan menegaskan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dalam memperbarui data keracunan MBG. Data ini dapat dipantau langsung melalui laman resmi BGN. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program makan gratis.