
Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Hasil KTT Asean-Jepang ke-28
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-28 antara Asean dan Jepang yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, menyampaikan beberapa hasil penting dari diskusi yang dilakukan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pernyataannya, Presiden menunjukkan apresiasi terhadap dukungan Jepang terhadap posisi sentral Asean serta komitmen mereka dalam menjaga perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Ia menekankan bahwa Asean dan Jepang telah lama menjadi mitra strategis dalam memajukan perdamaian dan konektivitas di kawasan tersebut.
Di tengah dunia yang semakin penuh ketidakpastian, kerja sama kita tetap menjadi jangkar yang kokoh bagi perdamaian dan stabilitas kawasan, ujarnya dalam keterangan resmi.
Kerja Sama dalam Pengembangan Energi Bersih
Salah satu fokus utama dari kemitraan Asean dengan Jepang adalah pengembangan energi bersih. Dalam penjelasannya, Presiden menyoroti pentingnya kolaborasi dalam bidang hidrogen, mobilitas listrik, dan bahan bakar berkelanjutan. Ia menilai bahwa kontribusi Jepang dalam pengembangan teknologi ini sangat penting untuk mewujudkan visi bersama.
Kemitraan Jepang dalam pengembangan hidrogen, mobilitas listrik, dan bahan bakar berkelanjutan sangat penting untuk mewujudkan visi bersama kita, jelas Presiden.
Fokus pada Kemitraan Berbasis Manusia
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya kemitraan yang berpusat pada manusia. Ia menggarisbawahi perlunya memperluas pertukaran pemuda, pengembangan keterampilan, dan kerja sama akademik untuk menciptakan generasi baru pemimpin Asean-Jepang.
- Pertukaran pemuda akan memperkuat hubungan antar generasi.
- Pengembangan keterampilan akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
- Kerja sama akademik akan membuka peluang pendidikan dan penelitian bersama.
Semangat Bandung 1955 sebagai Dasar Kerja Sama
Menutup pernyataannya, Presiden mengajak seluruh negara anggota Asean dan Jepang untuk terus memegang semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung tahun 1955 sebagai dasar bagi kerja sama yang damai dan inklusif.
Bersama-sama, kita dapat membentuk kawasan yang stabil, tangguh, dan sejahtera bagi semua, pungkasnya.