Prabowo Berduka Atas Wafatnya Ratu Thailand Sirikit

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Prabowo Berduka Atas Wafatnya Ratu Thailand Sirikit


Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sri Ratu Sirikit, ibu dari Raja Maha Vajiralongkorn, pada 24 Oktober 2025. Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden berbicara dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Ahad, 26 Oktober 2025. Dalam pidatonya, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim atas penyelenggaraan KTT yang dinilai sangat baik.

Selain itu, Presiden Prabowo menyambut Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN dan menyampaikan selamat kepada Perdana Menteri Thailand yang baru, Anutin Charnvirakul. Ia juga mengekspresikan rasa duka yang mendalam atas kematian Sri Ratu Sirikit. Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dari rakyat Indonesia atas wafatnya Sri Ratu Sirikit, Ibu Suri Kerajaan Thailand, ujarnya dalam pernyataan resmi Istana Kepresidenan, 26 Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Riwayat Hidup Sri Ratu Sirikit

Sri Ratu Sirikit meninggal dunia di usia 93 tahun pada 24 Oktober 2025, seperti diumumkan oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand pada Sabtu 25 Oktober 2025. Menurut laporan, ia telah dirawat di rumah sakit sejak 2019 karena beberapa penyakit. Sebelum wafat, ia mengalami infeksi aliran darah pada 17 Oktober. Istana Kerajaan Thailand mengumumkan masa berkabung selama satu tahun bagi anggota keluarga kerajaan dan rumah tangganya.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul sempat menunda perjalanan ke KTT ASEAN di Malaysia karena wafatnya Ibu Suri. Kabinet akan bertemu pada Sabtu untuk membahas rencana pemakaman kerajaan.

Peran Sri Ratu Sirikit dalam Sejarah Thailand

Ratu Sirikit, yang sering terlibat dalam dunia politik, mulai menghilang dari sorotan publik setelah mengalami stroke pada 2012. Suaminya, Raja Bhumibol Adulyadej, adalah raja Thailand yang paling lama berkuasa, dengan masa pemerintahan selama 70 tahun sejak 1946.

Saat melakukan perjalanan ke luar negeri, ia sering memukau media internasional dengan kecantikan dan gaya busananya. Selama kunjungan ke Amerika Serikat pada 1960, majalah Time menyebutnya sebagai feminis sejati saat menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih. Harian Prancis L'Aurore menggambarkannya sebagai perempuan "menawan".

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Sirikit lahir pada 1932 ketika Thailand beralih dari monarki absolut menjadi monarki konstitusional. Bernama lengkap Sirikit Kitiyakara, ia adalah putri duta besar Thailand untuk Prancis dan menjalani kehidupan yang mewah serta penuh privilese. Saat belajar musik dan bahasa di Paris, ia bertemu Bhumibol, yang menghabiskan sebagian masa kecilnya di Swiss.

Itu benci pada pandangan pertama, katanya dalam sebuah dokumenter BBC, seraya menambahkan bahwa ia terlambat datang ke pertemuan pertama mereka. Lalu, kami jatuh cinta. Pasangan itu menghabiskan waktu bersama di Paris dan bertunangan pada 1949. Mereka menikah di Thailand setahun kemudian ketika ia berusia 17 tahun.

Kontribusi dalam Industri Sutra dan Budaya

Sirikit terkenal dengan selera fashionnya. Ia berkolaborasi dengan perancang busana Prancis Pierre Balmain untuk menciptakan busana menawan yang terbuat dari sutra Thailand. Dengan mendukung pelestarian praktik tenun tradisional, ia dianggap berjasa merevitalisasi industri sutra Thailand.

Selama lebih dari empat dekade, ia sering bepergian bersama raja ke desa-desa terpencil di Thailand, mempromosikan proyek-proyek pembangunan bagi masyarakat miskin pedesaan. Kegiatan mereka disiarkan setiap malam di Royal Bulletin negara itu. Ia sempat menjabat sebagai bupati pada 1956, ketika suaminya menghabiskan dua minggu di sebuah kuil, belajar untuk menjadi biksu Buddha dalam sebuah ritual peralihan yang umum di Thailand.

Hari Ibu dan Penghargaan Nasional

Pada 1976, hari ulang tahunnya, 12 Agustus, ditetapkan sebagai Hari Ibu dan hari libur nasional di Thailand. Putra tunggalnya, yang kini menjadi Raja Maha Vajiralongkorn, juga dikenal sebagai Rama X, menggantikan Bhumibol setelah wafatnya pada 2016. Setelah penobatannya pada 2019, gelar resmi Sirikit menjadi Ibu Suri.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan