
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pernyataan terkait isu dugaan korupsi di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Proyek ini sedang dalam penyelidikan KPK, yang menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa masalah KCJB merupakan tanggung jawab pemerintah. Ia menekankan bahwa semua transportasi publik, termasuk Whoosh, tidak boleh hanya dinilai dari segi keuntungan dan kerugian saja. Dalam pernyataannya, KPK mengklaim bahwa langkah hukum yang diambil adalah untuk mendukung program pemerintah tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Setiap upaya pemberantasan korupsi tentunya itu adalah sebuah dukungan terhadap program-program presiden, terhadap program-program pemerintah," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Menurut Budi, KPK memastikan bahwa pemberantasan korupsi dilakukan agar pembangunan berjalan optimal dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pengawasan terhadap proyek pemerintah, termasuk Whoosh, agar tidak melenceng atau terjadi penggelembungan anggaran.
"Karena kita menyadari bahwa dengan adanya korupsi maka kemudian setiap rupiah untuk pembangunan, setiap rupiah yang digelontorkan untuk program-program presiden dan pemerintah itu juga kemudian terdegradasi karena korupsi oleh karena itu, upaya-upaya yang KPK lakukan tentunya adalah untuk mendukung program-program pemerintah tersebut," ujar Budi.
Hingga saat ini, Budi belum merinci hasil penyelidikan terhadap proyek Whoosh. Ia meminta publik untuk menunggu hasil penyelidikan yang sedang berlangsung di internal KPK. "Ini kan masih terus berprogres penyelidikannya, jadi kita sama-sama tunggu. Tahap penyelidikan," ujar Budi.
KPK mengakui bahwa dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh sudah masuk dalam penyelidikan. Namun, KPK enggan merinci sejauh mana proses penyelidikannya. KPK menyatakan bahwa penyelidikan ini telah dilakukan sejak awal 2025, sehingga menunjukkan bahwa penyelidikan dilakukan sebelum isu mark up viral di media sosial.
Sebelumnya, cawapres 2024 Mahfud MD menyentil dugaan mark up proyek Whoosh dalam akun YouTube Mahfud MD Official. Dia mengindikasikan adanya selisih antara biaya pembangunan versi Indonesia dan versi China. Mahfud menyebut kalkulasi versi Indonesia mencapai sekitar 52 juta dolar AS per kilometer (km). Sementara itu, hitungan pihak China hanya sekitar 17-18 juta dolar AS per km. Oleh karena itu, dia mencurigai kenaikan tiga kali lipat dari biaya yang mestinya dikucurkan.
Mahfud menegaskan jika KPK berniat menyelidiki soal Whoosh, KPK tidak perlu menunggu laporan darinya. Menurut Mahfud, KPK cukup memanggilnya untuk dimintai keterangan.