
Peran Kemenaker dalam Perlindungan Pengemudi Ojek Online
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan bahwa pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan dua perusahaan ojek online terkait dengan pembahasan tarif. Presiden Prabowo sebelumnya sedang berdiskusi dengan dua perusahaan ojek online terbesar di Indonesia untuk menciptakan pelayanan dan efisiensi terbaik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Ini terkait dengan pengaturan tarif dan seterusnya. Ini bagaimana agar persaingan sehat dan seterusnya yang saya pahami itu,” ujar Yassierli di Istana Negara, Senin (20/10/2025).
Meskipun tidak terlibat langsung dalam pertemuan tersebut, Yassierli menegaskan bahwa Kemenaker tetap berfokus pada aspek kesejahteraan dan perlindungan kerja para pengemudi ojek online yang saat ini berstatus sebagai mitra, bukan pekerja tetap.
“Kami concern pada kesejahteraan dari pengemudinya. Ada isu terkait tentang mungkin tarif dan seterusnya kemudian itu yang harus diatur seoptimal mungkin sehingga terjadi persaingan yang sehat,” jelasnya.
Pentingnya Pengaturan Tarif yang Seimbang
Yassierli menilai bahwa pengaturan tarif yang berimbang sangat penting agar tidak terjadi perang harga antaraplikator yang pada akhirnya justru menekan pendapatan pengemudi. Dengan adanya tarif yang wajar, diharapkan dapat memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para pengemudi.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai waktu dan bentuk pertemuan Presiden dengan dua perusahaan besar ojek online tersebut, Yassierli mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Tidak tahu persis saya [kapan ada pertemuan],” tandas Yassierli.
Komitmen Presiden untuk Perlindungan Pengemudi Ojek Online
Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perlindungan bagi para pengemudi ojek daring (online) di Tanah Air. Hal ini disampaikan dalam pidatonya saat menghadiri agenda Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pemberian Fasilitas Ekspor CPO dan Turunannya pada Industri Kelapa Sawit, yang digelar di Gedung Utama Komplek Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).
Dalam momen tersebut, Prabowo mengaku bahwa belum lama ini pemerintahannya tengah menjalin komunikasi intensif dengan dua perusahaan transportasi daring terbesar di Indonesia guna menjamin keamanan kerja dan mencegah persaingan usaha yang merugikan para pengemudi.
"Kami sedang berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan besar ojek daring untuk mencari solusi terbaik bagi para pengemudi, demi efisiensi dan perlindungan agar tidak terjadi persaingan yang merusak. Kami ingin menciptakan lapangan kerja yang terjamin untuk para pengemudi online,” tuturnya dalam forum itu.
Perusahaan Ojek Online yang Terlibat
Meski tidak menyebutkan nama secara spesifik, dua perusahaan yang dimaksud diyakini merujuk pada Gojek, unit dari GoTo, dan Grab, yang telah mendominasi pasar ojek daring di Indonesia selama bertahun-tahun.
Gojek sendiri tercatat memiliki lebih dari 3,1 juta pengemudi motor aktif di seluruh Indonesia. Isu mengenai kesejahteraan pengemudi ojek online menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak pengemudi melakukan aksi protes atas rendahnya pendapatan dan minimnya jaminan kerja. Pada Mei lalu, gelombang demonstrasi sempat terjadi di beberapa kota besar, menuntut perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja.
Di sisi lain, kedua perusahaan mengklaim telah menerapkan sistem komisi yang sesuai dengan regulasi pemerintah. Namun, masih banyak masalah yang perlu diperhatikan agar pengemudi bisa merasa aman dan sejahtera dalam bekerja.