Prabowo Buka Era Pendidikan Digital: 50 Ribu Sekolah Dapat Layar Interaktif

admin.aiotrade 21 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Prabowo Buka Era Pendidikan Digital: 50 Ribu Sekolah Dapat Layar Interaktif
Prabowo Buka Era Pendidikan Digital: 50 Ribu Sekolah Dapat Layar Interaktif

Pemerintah Distribusikan 75 Inci Interactive Flat Panel ke Sekolah-Sekolah di Seluruh Indonesia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan bahwa pemerintah telah membagikan perangkat interactive flat panel (IFP) berukuran 75 inci ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Sebanyak 50 ribu sekolah telah menerima layar digital tersebut sebagai sarana pembelajaran interaktif.

“Tahun ini kita akan memberi satu interactive flat panel, semacam layar digital 75 inci di setiap sekolah SD, SMP, dan SMA. Yang sudah kita adakan dan bagikan mendekati 50 ribu sekolah,” kata Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Presiden menegaskan, jumlah perangkat tersebut akan terus bertambah setiap tahun. Pemerintah menargetkan distribusi hingga 288 ribu unit IFP ke berbagai sekolah pada tahun ini.

Menurut Prabowo, IFP dilengkapi dengan ratusan ribu hingga jutaan konten pembelajaran digital, termasuk silabus yang dapat diakses langsung oleh guru dan siswa. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru serta memperluas wawasan siswa di berbagai bidang.

Keberadaan IFP dinilai akan sangat membantu para guru, terutama yang bertugas di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Dengan teknologi ini, guru di daerah terpencil dapat mengakses materi ajar yang selama ini sulit dijangkau, seperti bahasa Inggris, Mandarin, dan Matematika.

“Sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang tidak memiliki akses kepada guru bidang bahasa Inggris, Mandarin, dan Matematika bisa terbantu dengan ini,” ujar Kepala Negara.

Selain penyediaan perangkat, Presiden Prabowo juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk membangun studio pengajaran nasional di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) di Jakarta. Melalui studio tersebut, guru-guru terbaik akan mengajar secara daring dan dapat diakses oleh seluruh sekolah di Indonesia, termasuk di daerah terpencil.

“Saya mau cek di Dikdasmen, kita buat studio. Guru terbaik akan mengajar dan diterima di pelosok Indonesia. Semua sekolah bisa mendapat akses kepada guru di bidang yang sulit, apalagi di pegunungan atau pulau terpencil,” tuturnya.

Untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan IFP, pemerintah juga menyiapkan akses internet dan jaringan WiFi di setiap sekolah.

“Sekarang, sekolah-sekolah yang kesulitan mendapatkan internet bisa kita pasangi karena sudah ada teknologi murah. Kalau Starlink mahal, kita cari alternatif yang efisien,” kata Presiden.

Manfaat IFP bagi Siswa dan Guru

Interactive flat panel (IFP) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia pendidikan yang dirancang untuk memudahkan proses belajar mengajar. Dengan layar besar berukuran 75 inci, IFP memungkinkan guru dan siswa untuk melihat materi pembelajaran secara lebih jelas dan interaktif.

  • Layar digital ini dapat digunakan untuk menampilkan video, gambar, dan presentasi secara real-time.
  • IFP juga dilengkapi dengan fitur penjelasan visual yang memudahkan siswa memahami konsep-konsep kompleks.
  • Siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi melalui sentuhan layar, sehingga meningkatkan keterlibatan dan pemahaman.

Akses Internet dan Jaringan WiFi untuk Mendukung Pembelajaran Digital

Kehadiran IFP di sekolah-sekolah tidak akan lengkap tanpa dukungan infrastruktur internet yang memadai. Oleh karena itu, pemerintah juga berkomitmen untuk menyediakan akses internet dan jaringan WiFi di setiap sekolah.

  • Setiap sekolah akan dipasang jaringan WiFi yang stabil dan cepat.
  • Teknologi internet yang murah dan efisien akan digunakan untuk menggantikan solusi mahal seperti Starlink.
  • Akses internet ini akan memungkinkan guru dan siswa mengakses konten pembelajaran digital dari berbagai sumber.

Studio Pengajaran Nasional untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Selain IFP, pemerintah juga merencanakan pembangunan studio pengajaran nasional di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) di Jakarta. Studio ini akan menjadi pusat pelatihan dan pengajaran bagi guru-guru terbaik di seluruh Indonesia.

  • Guru-guru terpilih akan mengajar secara daring melalui studio ini.
  • Materi pembelajaran akan disampaikan secara langsung ke berbagai sekolah, termasuk di daerah terpencil.
  • Studio ini akan memastikan bahwa semua siswa, baik di perkotaan maupun daerah terpencil, mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas.

Tantangan dan Solusi dalam Implementasi IFP

Meskipun IFP dan infrastruktur pendukungnya memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, beberapa tantangan tetap perlu dihadapi.

  • Ketersediaan tenaga pendidik yang terlatih dalam menggunakan IFP.
  • Keandalan jaringan internet di daerah-daerah terpencil.
  • Perawatan dan pemeliharaan perangkat IFP agar tetap berfungsi optimal.

Namun, pemerintah telah menyiapkan solusi untuk mengatasi masalah ini. Pelatihan bagi guru akan dilakukan secara berkala, sementara jaringan internet akan terus dikembangkan agar mencakup seluruh wilayah Indonesia.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan