Prabowo dan Lula Tandatangani Kerja Sama ESDM Indonesia-Brasil

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Prabowo dan Lula Tandatangani Kerja Sama ESDM Indonesia-Brasil


aiotrade
Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Brasil terus berkembang. Baru-baru ini, dua negara besar di belahan bumi Selatan tersebut secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) baru di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Penandatanganan MoU ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Kamis (23/10), dengan hadirnya Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz InΓ‘cio Lula da Silva.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat program hilirisasi industri. Pemerintah melihat kerja sama internasional di bidang ESDM sebagai salah satu pilar strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Lula dan menekankan pentingnya kemitraan kedua negara yang memiliki latar belakang serupa. Ia mengatakan bahwa Indonesia dan Brasil adalah dua negara besar yang memiliki peran penting di dunia.

"Kami memandang Brasil sebagai pemimpin yang sangat penting di Selatan, di belahan bumi Selatan, pemimpin negara-negara berkembang. Kita memiliki latar belakang yang sama, kita adalah negara-negara besar,” ujar Presiden Prabowo.

Sementara itu, Presiden Lula da Silva menegaskan bahwa kemitraan antara Indonesia dan Brasil bukan hanya sebatas perdagangan, tetapi juga mencakup inovasi dan teknologi. Ia menyampaikan harapan tinggi untuk memperbarui kemitraan strategis antara kedua negara.

"Saya datang ke sini dengan harapan tinggi untuk memperbarui kemitraan strategis kita, menjalin perjanjian baru, tidak hanya perdagangan bilateral, tetapi juga berinvestasi dalam hal-hal baru seperti kecerdasan buatan, sentralisasi data, memperdalam hubungan ilmiah dan teknologi, dan yang terpenting, memiliki kebijakan perdagangan yang seimbang antara keduanya. Kebijakan ini haruslah saling menguntungkan,” ungkap Lula.

Nota kesepahaman antara Indonesia dan Brasil ditandatangani oleh Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia dan Menteri Pertambangan dan Energi Brasil Alexandre Silveira. Kedua kepala negara turut menyaksikan langsung prosesi tersebut. Bahlil menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah nyata untuk menerjemahkan arahan kedua presiden dalam bentuk kerja sama konkret.

"Penandatanganan MoU hari ini menandai babak baru yang sangat strategis bagi kerja sama Indonesia dan Brasil. Kita adalah dua negara besar yang kaya akan sumber daya alam. Ini adalah komitmen untuk mendorong hasil konkret yang saling menguntungkan di sektor energi dan pertambangan,” kata Bahlil.

Kerja sama tersebut meliputi berbagai bidang strategis, mulai dari hulu dan hilir migas, energi baru dan terbarukan (EBT) seperti bioenergi, tenaga surya, dan angin, hingga efisiensi energi, modernisasi jaringan, sumber daya mineral, dan pengembangan kapasitas SDM.

Dari seluruh sektor itu, bidang bioenergi menjadi sorotan utama. Brasil dikenal sebagai produsen etanol terbesar kedua di dunia, dengan sistem energi yang sebagian besar bersumber dari energi rendah karbon.

"Brasil adalah salah satu yang terdepan di dunia dalam hal bioenergi, khususnya etanol. Melalui MoU ini, kita akan serius mendorong alih teknologi dan transfer pengalaman mereka untuk mendukung percepatan program bioenergi nasional,” jelas Bahlil.

Kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Brasil pada Juli 2025 lalu. Selain sektor energi, kerja sama pertambangan juga menjadi perhatian. Brasil memiliki cadangan besar bauksit, bijih besi, litium, serta menguasai cadangan niobium dunia.

Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Brasil bertekad memperkuat posisi sebagai negara berkembang yang mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan