
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berupaya mempercepat penciptaan lapangan kerja serta mendorong pemerataan ekonomi melalui dua strategi utama. Pertama, perluasan peluang kerja luar negeri bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kedua, penguatan investasi yang berbasis desa. Langkah ini dianggap sebagai solusi efektif untuk mengatasi masalah pengangguran di kalangan pemuda sekaligus membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Program SMK Go Global dan Jakarta Job Festival 2025 telah diluncurkan secara resmi. Acara ini menawarkan ribuan kesempatan kerja internasional. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menjelaskan bahwa dalam tahap awal, pemerintah akan mengirim 500 lulusan SMK sebagai proyek percontohan dengan dukungan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar. Rencananya, program ini akan diperluas hingga mencapai 500 ribu peserta pada tahun 2026.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Insyaallah, dengan perintah dan arahan Presiden, program akhir tahun 2025 dan 2026 ini akan menempatkan lulusan SMK dan SMA yang memiliki keterampilan khusus, seperti pengelasan, perhotelan, perawatan, dan lainnya, untuk bekerja dengan gaji yang baik di luar negeri,” ujarnya.
Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P2MI) menyiapkan 7.600 formasi kerja luar negeri melalui kerja sama dengan 20 perusahaan penempatan pekerja migran. Selain itu, terdapat lebih dari 12.000 lowongan kerja domestik dari 70 perusahaan nasional.
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menegaskan bahwa partisipasi kementeriannya dalam festival ini merupakan langkah nyata untuk memperluas akses kerja luar negeri secara resmi.
Pengangguran lulusan SMK yang mencapai 1,5–1,6 juta orang menjadi alasan pemerintah mempercepat program ini. Muhaimin menyatakan bahwa hal ini menjadi latar belakang utama dari pengembangan program tersebut.
“Program ini lahir dari keprihatinan karena masih ada sekitar 1,6 juta lulusan SMK yang menganggur. Kami berupaya agar mereka bisa diberdayakan dan terserap di lapangan kerja, termasuk di luar negeri,” ujarnya.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan kesiapan kementerian dalam mengeksekusi penempatan lulusan SMK tersebut.
“Kami sudah merinci per kompetensi, juga sudah memetakan dan membuat profil negara-negara penempatan beserta sektor-sektor pekerjaannya. Prinsipnya, kami KP2MI sudah siap mengeksekusi program ini,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat fondasi ekonomi desa sebagai agenda utama pemerataan. Menteri Desa, Yandri Susanto, mengajak generasi muda terjun langsung dalam membangun desa.
“Peluang ada di desa. Kita bisa membuat desa ayam petelur, desa melon, desa semangka, dan lain-lain. Jangan sampai peluang ini diambil orang lain, hanya karena kita tidak bergerak,” tegasnya.
Yandri menekankan peran desa dalam suplai kebutuhan nasional dan menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan poin ke-6 dalam Astacita Presiden Prabowo.
“Desa bukan lagi wilayah tertinggal. Desa adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menopang pembangunan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, jika desa kuat, maka seluruh perekonomian nasional akan ikut menguat.
“Kalau desa kuat, maka Indonesia juga akan kuat,” pungkasnya.