Prabowo Dorong Proyek Hilirisasi Rp600 T, Target Selesaikan 2026

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Prabowo Dorong Proyek Hilirisasi Rp600 T, Target Selesaikan 2026

Percepatan 18 Proyek Hilirisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan penting terkait percepatan pengerjaan 18 proyek hilirisasi. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden. Menurut Bahlil, proyek-proyek yang sudah menyelesaikan tahap pra-studi kelayakan (pra-FS) harus diselesaikan dalam tahun ini. Dengan demikian, pengerjaan di lapangan secara fisik bisa dimulai pada 2026.

Pernyataan ini juga disampaikan kepada Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani. Bahlil menyatakan bahwa semua proyek tersebut akan selesai dalam waktu satu tahun, sehingga pekerjaan fisik bisa langsung berjalan mulai 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proyek Hilirisasi sebagai Senjata Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Bahlil menjelaskan bahwa percepatan 18 proyek hilirisasi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Proyek-proyek ini memiliki total nilai investasi fantastis, yaitu hampir Rp600 triliun.

"Ini akan menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan produk-produknya itu menjadikan sebagai substitusi impor," ujar Bahlil.

Proyek hilirisasi ini juga menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Dengan adanya proyek-proyek ini, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi dan bahan baku secara mandiri.

Pembahasan Mencakup Sektor Minerba, Perikanan, dan Pertanian

Rapat terbatas dengan Presiden Prabowo secara spesifik membahas percepatan hilirisasi, tidak hanya berfokus pada sektor energi dan mineral, tetapi juga mencakup sektor perikanan dan pertanian.

Nah, hilirisasi ini baik di sektor perikanan, kemudian di sektor pertanian, dan di sektor energi dan mineral batu bara.

Bahlil menekankan bahwa proses hilirisasi harus dilakukan secara inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, seluruh sektor ekonomi dapat saling mendukung dan berkembang bersama.

DME Jadi Salah Satu Proyek yang Krusial untuk Dibangun

Salah satu produk yang menjadi fokus utama dalam proyek hilirisasi ini adalah Dimethyl Ether (DME), yang direncanakan sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Bahlil menyoroti kebutuhan energi di Indonesia semakin mendesak. Setelah peresmian pabrik milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, dia menekankan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan sekitar 1,2 juta ton LPG per tahun.

"Maka konsumsi kita nanti ke depan di 2026 itu sudah mencapai hampir 10 juta ton LPG. Tidak bisa kita lama, kita harus segera membangun industri-industri dalam negeri," jelasnya.

Kajian Proyek Hilirisasi Ditarget Rampung Awal Desember

Pemerintah telah menetapkan target penyelesaian kajian 18 proyek hilirisasi pada awal Desember. Dengan penyelesaian yang cepat, pemerintah berharap proyek-proyek ini dapat segera diimplementasikan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Selain itu, proyek hilirisasi juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta meningkatkan kemandirian ekonomi. Dengan adanya proyek-proyek ini, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi dan bahan baku secara mandiri.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan