
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto hadir dalam sesi retret Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada hari Minggu (26/10). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pidato pembukaan yang penuh makna dan menggambarkan situasi global saat ini.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti bahwa dunia saat ini sedang menghadapi banyak perpecahan. Ia juga menilai bahwa persaingan antar negara semakin tajam. Menurutnya, kepercayaan antar negara semakin melemah dan tatanan global kehilangan keseimbangan. Dalam kondisi seperti ini, ia menekankan bahwa ASEAN harus tetap bersatu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Dunia saat ini terpecah belah. Persaingan semakin tajam. Kepercayaan memudar. Dan tatanan global kehilangan keseimbangan. Dalam lingkungan seperti ini, ASEAN harus tetap bersatu. Persatuan dan sentralitas bukan sekadar kata-kata kunci. Tanpanya, kita berisiko dipecah belah oleh kekuatan-kekuatan yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kekuatan ASEAN tidak terletak pada konfrontasi, tetapi pada kemampuan untuk terus membangun keterlibatan yang konstruktif dan inklusif. Ia menjelaskan bahwa melalui pendekatan ini, ASEAN telah berhasil mengatasi berbagai tantangan di masa lalu.
“Itulah cara ASEAN, dipandu oleh dialog, kesabaran, dan saling menghormati. Melalui pendekatan inilah kita telah mengatasi tantangan di masa lalu dan melalui semangat yang sama kita harus terus bergerak maju,” tambahnya.

Dalam konteks keamanan maritim, Prabowo juga menyoroti pentingnya suara kolektif ASEAN untuk menegakkan prinsip hukum laut internasional. Ia menekankan bahwa ASEAN harus tetap konsisten dalam mendukung Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982.
“Kita harus terus bersuara satu untuk menegakkan UNCLOS 1982; dan untuk mengupayakan penyelesaian awal kode etik yang efektif dan substantif tahun depan,” jelasnya.

Selain itu, Prabowo mengajak seluruh negara anggota ASEAN untuk memperkuat solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa persatuan ASEAN bukan hanya slogan, tetapi merupakan jalan menuju masa depan yang damai dan sejahtera.
“Jika kita terpecah belah, kita kehilangan kredibilitas. Jika kita bersatu, kita tidak bisa diabaikan. Indonesia siap menapaki jalan ini bersama demi perdamaian, demi kesejahteraan, demi rakyat kita,” tutupnya.