
Presiden Prabowo Subianto Beri Pujian atas Capaian Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rasa bangga terhadap pencapaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah mencapai 44 juta penerima manfaat. Ia menilai, capaian ini menjadi salah satu yang terbesar dan tercepat di dunia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pernyataan tersebut disampaikan setelah meresmikan peluncuran Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital dalam Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (17/11).
"Pasti akan ada orang pinter, apa bisa? Nggak mungkin, ini program (digitalisasi) gila Prabowo. MBG, nggak mungkin. Alhamdulillah MBG hari ini sudah mencapai 44 juta. Salah satu prestasi tercepat, terbesar di dunia," ujar Presiden.
Ia juga menyebut bahwa apresiasi datang dari Presiden Brasil yang menyebut negaranya membutuhkan waktu hingga 11 tahun untuk menembus angka 40 juta penerima manfaat. Di Indonesia, capaian 44 juta berhasil diraih dalam waktu kurang dari satu tahun.
"Kita belum sampai 12 bulan sudah mencapai 44 juta. Tapi kita tahu, kita tidak puas, tapi sasaran kita 82,9 juta. Waktu saya ke sini, rakyat banyak sekali di jalan, dan ada anak-anak yang teriak ke saya 'Pak kami belum terima MBG'. Ya saya jawab sabar, sabar," tambahnya.
Meski bersyukur dengan capaian tersebut, Presiden mengingatkan masih ada sekitar 40 juta penerima potensial lainnya, termasuk anak-anak dan ibu hamil, yang masih menunggu giliran. Ia meminta kesabaran karena ini adalah yang paling cepat yang bisa dicapai. Karena uang rakyat harus disiapkan dengan baik dan persiapan harus matang agar tidak terjadi penyimpangan.
Penanganan Masalah dalam Pelaksanaan MBG
Presiden juga kembali menyentuh beberapa masalah yang muncul dalam pelaksanaan MBG, termasuk insiden keracunan makanan. Menurutnya, faktor penyebabnya beragam, namun pemerintah tetap bertanggung jawab penuh.
"Ya memang sakit perut biasa sebetulnya. Makan di warung, saya makan di rumah saja sering salah makan. Kadang-kadang kurang cuci tangan. Tapi kita tanggung jawab, tidak boleh ada sedikitpun penyimpangan. Karena itu, sekarang persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras, kita minta semua prosedur yang perlu diambil harus diambil, alat pembersih ompreng, alat filtrasi air dan sebagainya," jelasnya.
Dinamika dalam Pelaksanaan Program
Terkait adanya pihak yang tidak setuju dengan pelaksanaan program MBG, Presiden menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar. Namun, menurutnya mayoritas masyarakat justru merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
"Dan kita akan merasakan manfaatnya. Tanya guru-guru, anak-anak, itu merasa manfaat atau tidak dapat makanan sekali makan di sekolah. Saya haqul yakin mereka merasakan manfaatnya, mereka akan jadi lebih kuat, dia akan makan protein, dia akan lebih tinggi, ototnya akan lebih baik, tulangnya kuat, sel otaknya lebih cerdas," pungkasnya.
Target Jangka Panjang Program MBG
Dalam pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa target utama dari program MBG adalah mencapai 82,9 juta penerima manfaat. Ia menekankan pentingnya kesiapan yang matang dalam pengadaan dan distribusi makanan agar tidak terjadi penyimpangan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran. Dengan adanya IFP, diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar siswa dan membantu proses pembelajaran yang lebih efektif.
Keberlanjutan dan Perbaikan Terus-Menerus
Presiden menekankan bahwa program-program seperti MBG dan digitalisasi pembelajaran harus terus diperbaiki dan dikembangkan. Ia berkomitmen untuk terus memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi rakyat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan komitmen dan langkah-langkah yang terus-menerus dilakukan, diharapkan program-program ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Indonesia.