
Di Balik Artis Dunia.CO.ID, GORONTALO Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pemerintah untuk meningkatkan investasi di sektor ekonomi biru. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi permintaan global akan protein hewani sekaligus memperkuat kesejahteraan para nelayan di seluruh Indonesia.
Presiden menilai bahwa potensi kelautan Indonesia sangat besar, sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal melalui penguatan sektor perikanan dan pembangunan desa nelayan. Hal ini disampaikan saat ia melakukan peninjauan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Gorontalo, Sabtu (10/5/2026).
Menurut Presiden, investasi dalam ekonomi biru harus dimulai dari penguatan nelayan sebagai pelaku utama sektor perikanan nasional. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih dapat beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun ini. Tujuannya adalah meningkatkan akses nelayan terhadap sarana dan prasarana perikanan.
Pembangunan desa nelayan akan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Target pemerintah adalah menambah 1.000 kampung nelayan setiap tahun hingga mencapai sekitar 12.000 desa nelayan di seluruh Indonesia.
Tahun depan, kita akan bangun lagi 1.000 (KNMP). Dan seterusnya, tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000, kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan. Ini pekerjaan besar, ujar Presiden.
Selain infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan distribusi 1.582 kapal ikan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam menangkap ikan. Pengelolaan kapal tersebut akan dilakukan melalui koperasi nelayan agar manfaat ekonomi bisa lebih merata di tingkat komunitas pesisir.
Nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil, kata Presiden.
Strategi Penguatan Sektor Perikanan
Berikut beberapa strategi yang diterapkan pemerintah dalam pengembangan sektor perikanan:
-
Peningkatan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, gudang penyimpanan, dan fasilitas pengolahan ikan akan menjadi prioritas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional nelayan dan memperkuat rantai pasok produk perikanan. -
Distribusi Kapal Ikan
Pemerintah menyiapkan 1.582 kapal ikan dengan berbagai ukuran. Kapal-kapal ini akan diberikan kepada nelayan melalui koperasi agar dapat digunakan secara kolektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. -
Pengembangan Desa Nelayan
Setiap tahun, pemerintah akan membangun tambahan 1.000 kampung nelayan. Dengan target akhir sebanyak 12.000 desa nelayan di seluruh Indonesia, langkah ini bertujuan untuk memastikan kesejahteraan nelayan dan meningkatkan produksi perikanan nasional. -
Koperasi Nelayan
Koperasi nelayan akan menjadi mitra utama dalam pengelolaan kapal dan sumber daya perikanan. Dengan sistem ini, nelayan dapat bekerja sama dalam pengelolaan dan pemasaran hasil tangkapan, sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih adil.
Tantangan dan Peluang
Meskipun program ini memiliki potensi besar, beberapa tantangan tetap perlu dihadapi. Salah satunya adalah ketersediaan dana dan sumber daya manusia yang cukup untuk menjalankan proyek skala besar. Selain itu, perlunya pendidikan dan pelatihan bagi nelayan agar mereka dapat memanfaatkan infrastruktur dan teknologi baru secara efektif.
Namun, peluang yang ditawarkan oleh ekonomi biru sangat menjanjikan. Dengan pengelolaan yang baik, sektor perikanan dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia, khususnya di daerah pesisir.