Prabowo: Kerusakan Banjir Sumatra Mengkhawatirkan, Penanganan Tertunda

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Prabowo: Kerusakan Banjir Sumatra Mengkhawatirkan, Penanganan Tertunda


Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa tingkat kerusakan akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tergolong serius dan memprihatinkan. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan dan pemulihan bencana. Rapat tersebut berlangsung di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Ahad (7/12) malam.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kondisi yang terjadi cukup memprihatinkan. Ia menyebutkan bahwa banjir dan tanah longsor telah menyebabkan hamparan sawah rusak serta banyak bendungan jebol, sehingga merusak jaringan irigasi pertanian di wilayah terdampak. Selain itu, para gubernur dan bupati melaporkan bahwa banyak perumahan harus dibangun kembali.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Prabowo menilai bahwa kinerja pemerintah daerah dan jajaran kementerian/lembaga yang membantu pemulihan kawasan bencana sejauh ini bergerak masif dan cepat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa upaya penanganan kawasan bencana masih menghadapi kendala seperti kondisi alam yang belum stabil.

“Secara umum saya melihat kegiatan kita cukup masif dan responsif. Di beberapa tempat memang masih ada tantangan karena kondisi alam juga masih harus kita perhatikan,” ujarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 921 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Laporan sementara hingga Minggu (5/12) menunjukkan bahwa 392 orang hilang dan 975.079 warga mengungsi.

Banjir dan tanah longsor juga mengakibatkan lebih dari 147 ribu rumah dan 405 jembatan di tiga provinsi terdampak rusak. Kejadian tersebut juga menghancurkan 199 fasilitas kesehatan, 701 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung/kantor, dan lebih dari seribu fasilitas umum lainnya.

Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto menjelaskan jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh mencapai 366 orang, dengan 97 orang masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut juga memaksa 914.202 warga Aceh mengungsi.

Sejumlah wilayah seperti 232 desa di Kabupaten Bener Meriah dan 295 desa di Aceh Tengah yang tersebar di 14 kecamatan masih terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor. Kondisi Kabupaten Aceh Tamiang kini mulai menunjukkan perbaikan setelah bantuan logistik dapat masuk kawasan tersebut melalui jalur darat.

"Meskipun jumlah desa yang terdampak juga masih ada 216 desa untuk Aceh Tamiang," kata Suharyanto saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

BNPB mencatat 329 orang wafat, 82 hilang, 647 luka-luka, dan lebih dari 43 ribu orang mengungsi dalam bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara. Suharyanto mengatakan langkah operasi pascabencana di Sumatera Utara mengalami perkembangan yang progresif.

Satu kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan dan tujuh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara kini masih terisolir. Meski begitu, seluruh wilayah tersebut sudah menerima distribusi logistik melalui jalur udara. "Sumatera Utara yang masih terisolir tinggal dua kabupaten dari 18 kabupaten/kota yang terdampak," ujar Suharyanto.

BNPB juga melaporkan data sementara terkait temuan 226 korban meninggal dunia, 213 warga hilang, 112 luka-luka, dan lebih dari 14 ribu warga mengungsi. Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi dua kabupaten yang memerlukan penanganan khusus.

"Agam ada beberapa kecamatan ada lima nagari masih terisolasi dan Pesisir Selatan ada satu kecamatan dan tiga nagari yang terisolasi," kata Suharyanto.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan