Prabowo Minta BGN Tambah Sendok di Kotak Makan, Agar Siswa Tak Pakai Tangan

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Prabowo Minta BGN Tambah Sendok di Kotak Makan, Agar Siswa Tak Pakai Tangan

Presiden Prabowo Minta Persiapan Sendok dalam Program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persiapan anggaran untuk menyediakan sendok dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memastikan bahwa siswa tidak makan langsung menggunakan tangan, agar menghindari risiko keracunan makanan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10), ia mengatakan:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Mungkin kita harus sekarang, Kepala BGN, mungkin, sudahlah, dibagi aja sendok yang sederhana, tidak apa-apa. Saya kira sendok itu tidak terlalu mahal.”

Prabowo juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengawasan terhadap produsen bahan baku dan peralatan yang digunakan dalam program MBG. Ia menekankan pentingnya prosedur tetap yang ketat serta penggunaan alat-alat terbaik agar tidak terjadi kekurangan atau penyimpangan.

“Saya tekankan Kepala BGN dan jajaran untuk menghasilkan suatu prosedur tetap yang ketat, menggunakan alat-alat terbaik, untuk kita jamin kekurangan atau penyimpangan tidak terjadi,” tegasnya.

Meski demikian, Prabowo mengakui kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering makan dengan tangan. Ia meyakini peran guru sangat penting dalam membiasakan siswa menjaga kebersihan sebelum makan.

“Kita juga harus yakinkan para guru-guru yang semua terlibat untuk mendidik anak-anak kita kalau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebaik-baiknya. Di setiap sekolah harus tersedia air yang bersih, juga dengan sabun. Kita harus didik juga, yang namanya anak-anak sudah merasa dicuci tangannya. Kita sebagai guru dan orang tua tidak boleh malas untuk mengingatkan,” ucapnya.

Kasus Keracunan dalam Program MBG

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebutkan beberapa kasus keracunan makanan yang terjadi selama pelaksanaan MBG. Menurutnya, sekitar 8 ribu porsi makanan menjadi penyebab penerimanya mengalami gangguan pencernaan.

“36,7 juta ini bukan tanpa kekurangan. Ada beberapa ribu yang keracunan makan, sakit perut, tetapi kalau diambil statistik 8.000 dari 1,4 miliar masih dalam koridor error yang manusiawi,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan bahwa tingkat keracunan mencapai sekitar 0,0007, yang berarti 99,99 persen dari jumlah penerima berhasil tanpa masalah.

“Kalau tidak salah, kekurangannya adalah katakanlah angka yang sakit itu adalah mungkin sekitar 0,0007, yang berarti 99,99 persen berhasil,” tambahnya.

Hasil Positif Program MBG

Prabowo menilai bahwa program MBG telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Ia membandingkan dengan negara lain yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjalankan program serupa secara masif.

“Jadi saya kira, dalam sepanjang usaha manusia, hampir tidak ada usaha manusia yang dilaksanakan selama satu tahun dengan volume yang demikian besar, yang zero error, zero defect. Sangat sulit. Walaupun kita tidak boleh menerima,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan