Prabowo Minta Mendikti Sains Teknologi Siapkan Generasi Muda Berkompeten

admin.aiotrade 19 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Prabowo Minta Mendikti Sains Teknologi Siapkan Generasi Muda Berkompeten


aiotrade.app
, JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya sinkronisasi antara pengembangan sumber daya manusia (SDM) atau talenta muda di perguruan tinggi dengan arah pertumbuhan industri nasional.

Hal itu disampaikan Brian usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Presiden, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (19/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Bapak Presiden kembali mengingatkan bahwa kita ingin perguruan tinggi di Indonesia mampu memunculkan industri-industri baru, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi mineral,” kata Brian kepada wartawan.

Menurut Brian, Presiden Prabowo meminta jajarannya untuk menghitung secara cermat kebutuhan SDM nasional agar selaras dengan rencana pengembangan sektor-sektor prioritas pemerintah.

“Kami diingatkan untuk menghitung secara cermat SDM yang dibutuhkan, termasuk beasiswa LPDP dan program lainnya. Semua itu harus disesuaikan dengan rencana pengembangan industri yang akan muncul di Indonesia,” ujarnya.

Langkah ini bertujuan mencegah terjadinya mismatch atau ketidakcocokan antara lulusan pendidikan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.

“Sehingga apa yang dilakukan di perguruan tinggi maupun program beasiswa sesuai jumlahnya, supaya jangan ada mismatch antara SDM yang kami siapkan dengan pertumbuhan industri yang ada,” tambahnya.

Brian menjelaskan bahwa penguatan link and match antara dunia pendidikan dan industri juga dikaitkan dengan berbagai program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Desa Nelayan, dan Koperasi Merah Putih.

“Jadi seluruh sektor-sektor pertumbuhan yang akan berjalan, harapannya disiapkan SDM yang relevan. Ini kembali ditekankan oleh Bapak Presiden kepada kami,” tuturnya.

Program-program tersebut dianggap sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah, yang membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pangan, energi, dan teknologi industri.

Ketika ditanya soal perhitungan kebutuhan tenaga kerja, Brian mengatakan timnya tengah merumuskan formula nasional yang memetakan kebutuhan SDM berbasis sektor industri.

“Ini yang sedang kami formulasikan. Karena sektor-sektor industrialisasi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi itu utamanya berbasis STEM (sains, teknologi, engineering, dan matematika),” jelasnya.

Presiden Prabowo, kata Brian, juga disebut meminta agar pembaruan kurikulum pendidikan tinggi segera dilakukan untuk mengantisipasi perubahan cepat di bidang teknologi, terutama dengan munculnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi industri.

“Bapak Presiden mengingatkan agar perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dan lainnya, diperhitungkan dalam meng-update kurikulum. Intinya, SDM kita harus siap mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tegas Brian.

Fokus pada Pengembangan SDM yang Selaras dengan Kebutuhan Industri

Pembaruan kurikulum menjadi salah satu fokus utama dalam upaya menciptakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan semakin berkembangnya teknologi, terutama di bidang AI dan otomatisasi, perguruan tinggi diharapkan mampu menyediakan lulusan yang memiliki kemampuan teknis dan inovatif.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya pengembangan SDM di sektor-sektor strategis seperti pangan, energi, dan teknologi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tenaga kerja yang tersedia dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Beberapa program yang telah dirancang, seperti MBG, Desa Nelayan, dan Koperasi Merah Putih, diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi lokal. Program ini tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.

Peran Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Perubahan Teknologi

Dalam konteks ini, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan SDM yang siap menghadapi tantangan teknologi. Pembaruan kurikulum harus dilakukan secara berkala agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri juga diperlukan untuk memastikan bahwa lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, tidak hanya kuantitas SDM yang diperhatikan, tetapi juga kualitasnya.

Langkah Strategis untuk Menciptakan SDM Berkualitas

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah sedang merancang formula nasional yang menggambarkan kebutuhan SDM berdasarkan sektor industri. Formula ini akan menjadi panduan dalam pengambilan kebijakan pendidikan dan pelatihan.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk memberikan beasiswa dan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, SDM yang dihasilkan tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan di lapangan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia mampu menghasilkan SDM yang kompeten dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan