
Presiden Prabowo Mengapresiasi Anggota Komisi Reformasi Polri
Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal sebagai Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi kepada anggota Komisi Reformasi Polri yang bersedia bergabung dalam komisi tersebut meskipun sebagian dari mereka telah memasuki usia pensiun. Ia menilai bahwa para anggota tersebut memiliki dedikasi tinggi terhadap negara dan bangsa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyatakan bahwa seharusnya para anggota sudah bisa menikmati hari-hari dengan tenang di rumah, menghabiskan waktu bersama keluarga, seperti bermain dengan cucu atau berkebun. Namun, mereka tetap bersedia dipanggil kembali untuk melayani negara.
"Sebagian dari saudara-saudara memang berhak untuk istirahat, ya kan? Seharusnya saudara boleh tinggal di rumah, momong cucu, ya kan? Berkebun dan sebagainya," ujar Prabowo saat memberikan arahan kepada Komisi Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Ia juga menegaskan bahwa keputusan untuk kembali bekerja bukanlah hal yang mudah. "Tapi saya panggil kembali, saya panggil kembali untuk bekerja demi negara dan bangsa dan rakyat," tambahnya.
Prabowo menyampaikan terima kasih atas pengabdian para anggota Komisi Reformasi Polri. Ia menilai bahwa tugas yang diemban oleh mereka sangat berat dan penuh tantangan. "Saya ucapkan terima kasih saudara-saudara bersedia masih mengabdi, melaksanakan tugas negara. Sekali lagi dengan beban yang tidak ringan. Seluruh bangsa dan negara akan melihat saudara-saudara," ujarnya.
Keberagaman Latar Belakang Anggota Komisi
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa seluruh anggota Komisi Reformasi Polri adalah putra-putra terbaik bangsa. Ia menilai bahwa setiap anggota telah mencapai puncak karier dalam kehidupan masyarakat. Beberapa di antaranya pernah menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi hingga Kapolri.
"Saudara-saudara berasal dari agama berbeda, suku berbeda, latar belakang ormas politik berbeda, ya kan? Jadi saudara, oleh kurun waktu dan oleh pengabdian saudara, sudah sampai di titik yang tertinggi dalam suatu masyarakat," kata Prabowo.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam komisi ini terdapat bekas Ketua Mahkamah Konstitusi serta tokoh-tokoh hukum lainnya. "Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, kita punya dua, kita berapa Menko-Menko, ditambah tokoh-tokoh hukum," jelasnya.
Tujuan Pembentukan Komisi Reformasi Polri
Prabowo menjelaskan bahwa Komisi Reformasi Polri dibentuk untuk mengkaji, mempelajari, dan memberikan rekomendasi kepada dirinya sebagai Kepala Negara. Dari rekomendasi tersebut, ia akan mengambil segala tindakan yang diperlukan.
Ia menekankan bahwa reformasi polri merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa. "Artinya rakyat sekarang berharap dari kita, berharap dari kita untuk melahirkan, memberi yang terbaik," ujarnya.
Struktur dan Penetapan Komisi
Komisi Reformasi Polri terdiri dari 10 anggota. Keputusan pengangkatan 10 anggota tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 122/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ditetapkan pada 7 November 2025.
Pembentukan komisi ini dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (7/11/2025). Dengan komposisi anggota yang beragam dan berpengalaman, Komisi Reformasi Polri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kualitas dan kredibilitas institusi kepolisian di Indonesia.