Prabowo Perkuat Lumbung Pangan hingga Desa

admin.aiotrade 17 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Prabowo Perkuat Lumbung Pangan hingga Desa

Presiden Prabowo: Kunci Ketahanan Pangan Ada di Tingkat Desa

Presiden Joko Widodo, dalam sebuah kesempatan, menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan dari tingkat terendah hingga nasional. Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan dan kemandirian bangsa sangat bergantung pada pembentukan lumbung pangan berlapis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Arahan tersebut disampaikan saat Presiden memberikan pengarahan kepada para Kepala Daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Selasa (16/12/2025). Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa setiap wilayah harus mampu bertahan secara mandiri, baik dari desa hingga provinsi.

“Desa itu harus bisa bertahan, kecamatan itu harus bisa bertahan, kabupaten itu harus bisa bertahan. Kita harus ada lumbung desa, lumbung kecamatan, lumbung kabupaten, lumbung provinsi, dan juga lumbung-lumbung nasional,” ujar Presiden.

Menurutnya, pemerintah pusat akan membantu agar setiap kabupaten dapat mencapai swasembada pangan. Langkah ini telah dimulai oleh Kementerian Pertanian melalui pembukaan berbagai sumber pangan di daerah-daerah.

“Kita akan membantu saudara-saudara supaya setiap kabupaten bisa swasembada pangan. Menteri Pertanian sudah melakukan langkah-langkah, kita akan buka sumber-sumber pangan di semua kabupaten,” tambahnya.

Masalah Logistik dan Harga Pangan yang Melonjak

Presiden menjelaskan bahwa luasnya wilayah Indonesia menyebabkan ketergantungan antarwilayah menjadi tidak efisien akibat tingginya biaya logistik. Hal ini membuat harga pangan melonjak tajam di beberapa daerah.

“Satu ongkos logistik itu terlalu besar. Beras yang produksinya di satu daerah mungkin Rp8.000 atau Rp9.000, tetapi di suatu provinsi bisa Rp25.000 karena faktor komunikasi dan logistik,” katanya.

Oleh karena itu, Presiden menegaskan bahwa setiap daerah harus mengejar swasembada pangan sesuai dengan potensi lokal masing-masing, baik melalui sawah padi, kebun jagung, sagu, maupun singkong.

“Jadi kita dipaksa oleh alam kita untuk masing-masing mengejar swasembada pangan. Saudara bisa punya sawah-sawah untuk beras, atau kebun-kebun jagung, atau sagu, atau singkong,” ujarnya.

Belajar dari Kelebihan Nenek Moyang

Dia juga mengajak seluruh pihak untuk belajar dari kearifan nenek moyang dalam menghadapi siklus alam dan krisis pangan.

“Ingat, ini adalah kunci survival kita sebagai sebuah bangsa. Belajar saja dari nenek moyang kita, kenapa dulu ada lumbung desa. Kita harus siap untuk kemungkinan paling jelek,” tegas Presiden.

Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Masa Sulit

Presiden menutup pidatonya dengan mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi masa sulit, sebagaimana pelajaran sejarah dan nilai-nilai yang tercantum dalam ajaran agama.

“Pada saat tujuh tahun baik kita persiapan, nanti ada tujuh tahun tidak baik kita siap. Alam juga harus kita hadapi dengan baik,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan