
Presiden Prabowo Meninjau Dampak Game Online Pasca Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan pembatasan game online setelah insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta. Insiden tersebut berlangsung pada Jumat (7/11/2025) siang di area sekolah, tepatnya di kompleks Kodamar TNI AL, dan menimbulkan kepanikan serta menyebabkan 96 orang terluka.
Dari jumlah korban tersebut, 29 orang masih dirawat di beberapa rumah sakit seperti RS Islam Cikini, RS Yarsi, dan RS Pertamina, sementara sisanya telah dipulangkan dalam kondisi membaik. Pasca kejadian, aparat kepolisian segera bertindak cepat. Kapolri Listyo Sigit mengungkapkan bahwa terduga pelaku ledakan adalah seorang siswa sekolah tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, Listyo mengatakan, “Untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami.” Ia menambahkan bahwa tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror Polri telah dikerahkan untuk menyelidiki motif di balik insiden ini.
“Motif saat ini sedang kita dalami, berbagai macam informasi akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan,” ujar Kapolri.
Rapat Terbatas di Kertanegara: Prabowo Bahas Dampak Game Online
Setelah menerima laporan resmi dari Kapolri, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas (ratas) di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (9 November 2025). Rapat tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang kemudian memberi pernyataan resmi kepada media.
Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden mempertimbangkan langkah pembatasan game online sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kekhawatiran publik soal dampak negatif permainan daring terhadap remaja. “Beliau tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online,” ujar Prasetyo Hadi di depan awak media di Kertanegara.
Menurutnya, sejumlah game online dinilai menampilkan unsur kekerasan eksplisit, terutama yang melibatkan penggunaan senjata api dan peperangan. Permainan seperti ini dianggap dapat memengaruhi perilaku dan pola pikir generasi muda.
Game PUBG Jadi Sorotan
Dalam penjelasannya, Prasetyo secara spesifik menyinggung game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) — sebuah permainan bergenre battle royale yang menampilkan simulasi peperangan menggunakan senjata api virtual. Ia menilai bahwa game semacam ini dapat memberikan dampak psikologis serius jika dimainkan tanpa pengawasan.
“Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi. Ini kan secara psikologis, terbiasa yang melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja,” kata Prasetyo.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran pemerintah bahwa paparan terhadap kekerasan digital bisa menumpulkan sensitivitas anak-anak terhadap kekerasan di dunia nyata. Dalam psikologi media, fenomena ini dikenal sebagai desensitisasi kekerasan — kondisi di mana individu menjadi kurang peka terhadap kekerasan setelah sering melihatnya dalam konteks hiburan seperti film atau permainan.
Bangkitkan Kembali Karang Taruna dan Pramuka
Selain soal game online, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menumbuhkan kembali kegiatan sosial dan karakter kebangsaan di kalangan remaja. Ia menilai bahwa wadah-wadah seperti Karang Taruna dan Pramuka harus kembali aktif di masyarakat dan sekolah.
“Beliau juga tadi membahas bagaimana karang taruna harus aktif kembali, Pramuka harus aktif kembali,” ungkap Prasetyo Hadi. Menurutnya, kegiatan seperti itu bisa menjadi penyeimbang terhadap pengaruh negatif dunia digital. Generasi muda tidak hanya diajak untuk berinteraksi secara daring, tetapi juga untuk mengembangkan rasa empati, gotong royong, dan disiplin sosial secara nyata.
Pemerintah Fokus Antisipasi Dampak Game Online
Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa pemerintah tidak serta-merta akan melakukan pelarangan total, namun lebih pada upaya pembatasan dan pengawasan. Tujuannya adalah menemukan keseimbangan antara kebebasan hiburan digital dan tanggung jawab sosial dalam mengantisipasi efek buruknya.
Kementerian terkait kini tengah mengkaji langkah konkret yang mungkin diambil, seperti pembatasan usia, pengawasan konten, atau kerja sama lintas lembaga dengan Kominfo, Kemenkes, dan Kemendikbudristek untuk memberikan edukasi digital yang lebih kuat bagi pelajar dan orang tua.
Polisi Dalami Motif dan Latar Belakang Pelaku
Sementara itu, penyelidikan oleh aparat kepolisian masih terus berlangsung. Kapolri memastikan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan motif pelaku, apakah murni eksperimen bahan peledak, aksi iseng, atau dipicu oleh faktor sosial seperti perundungan di sekolah.
Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 kini mendalami berbagai aspek — mulai dari lingkungan sosial pelaku, riwayat digital, hingga kemungkinan adanya inspirasi dari konten game atau media online. Kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan psikologis untuk menilai kondisi mental pelaku, serta memeriksa sejauh mana permainan digital atau tekanan sosial memengaruhi tindakannya.
SMAN 72 Jakarta Dijaga Polisi Militer AL, Hari Ini Para Siswa Belajar Secara Daring
Tiga hari usai terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta, para siswa di sekolah tersebut tidak masuk sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. Para siswa melangsungkan kegiatan belajar secara daring, sebagaimana pernyataan dari Pemprov DKI Jakarta.
Pantauan Tribunnews di lokasi, Senin (10/11/2025), gerbang SMAN 72 Jakarta tampak tertutup. Mobil psikolog dari Polri tampak terparkir di depan sekolah. Sementara itu, di bagian dalam sekolah, petugas polisi militer TNI Angkatan Laut (Pomal) berjaga di meja piket. Ada sebanyak 4 pomal yang berjaga di dalam sekolah.
96 Korban Luka
Diketahui, korban akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta tercatat sebanyak 96 orang. Sebanyak 29 korban masih dirawat di rumah sakit, sementara sisanya sudah dipulangkan dan menjalani rawat jalan. Selain itu, ada juga 2 korban yang tengah menjalani perawatan intensif di ICU.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau para korban ledakan SMAN 72 Jakarta di RS Islam Cempaka Putih setelah sebelumnya dirinya mengecek lokasi ledakan. Pantauan Tribunnews, Pramono tiba di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025), pukul 16.30 WIB. Mengenakan seragam putih, Pramono langsung masuk ke RS untuk menjenguk para korban ledakan.
Dia memastikan pengobatan seluruh korban ledakan akan ditanggung Pemprov DKI Jakarta. “Dalam keadaan yang seperti ini pemerintah DKI akan hadir untuk semua hal yang berkaitan dengan tanggungan di rumah sakit, sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI,” kata Pramono di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Sekolah Daring
KPAI mengatakan seluruh siswa SMAN 72 Jakarta dipastikan akan menjalani sekolah daring pada Senin (10/11/2025). Usai rapat koordinasi dengan sejumlah pihak yang digelar di SMAN 72 Jakarta, Komisioner KPAI Diyah Puspitarini memastikan para siswa akan melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.
Proses belajar tersebut, nantinya tidak akan dilakukan dalam durasi sekolah seperti biasanya, melainkan sesuai kebutuhan. Ia mengungkapkan dalam proses belajar tersebut nantinya para siswa juga akan didampingi tim psikolog. Tim psikolog, juga akan melakukan penilaian psikologis atau assesment dalam tahap pemulihan trauma tersebut.