Prabowo: Rakyat Tidak Perlu Terlalu Pintar, Cukup Belajar dari Nenek Moyang

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Prabowo: Rakyat Tidak Perlu Terlalu Pintar, Cukup Belajar dari Nenek Moyang

Presiden Prabowo Subianto Tekankan Kembali Konsep Lumbung Pangan Tradisional

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya kembali menghidupkan konsep lumbung pangan tradisional sebagai strategi utama untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini disampaikannya saat berada di Istana Negara Jakarta pada Selasa (16/12/2025) dalam rapat percepatan pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Pernyataan tersebut dilakukan saat Prabowo memberikan arahan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota se-Papua. Menurutnya, lumbung pangan dapat menjadi solusi untuk menghadapi harga beras yang tinggi di Papua serta pelajaran dari bencana yang terjadi di Sumatra.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kita tanyalah kepada kakek-kakek kita dulu ada lumbung desa, kita harus ada lumbung desa sekarang, harus ada lumbung kecamatan, harus ada lumbung kabupaten, harus ada lumbung provinsi, dan harus ada lumbung-lumbung nasional,” ujarnya.

Menurut Prabowo, konsep lumbung pangan perlu dihidupkan kembali agar setiap daerah memiliki ketahanan sendiri, terutama saat menghadapi kondisi darurat atau gangguan distribusi. “Kita akan lakukan itu, kita akan membantu saudara-saudara supaya setiap kabupaten bisa swasembada pangan,” katanya.

Pelajaran dari Bencana Sumatra

Prabowo juga menekankan bahwa bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat menjadi pelajaran penting. Peristiwa tersebut menunjukkan perlunya kemandirian pangan di tingkat desa melalui konsep lumbung desa yang sejak lama dikenal masyarakat.

“Bencana yang kita lihat sekarang di Sumatra Utara, Aceh, dan di Sumatra Barat memberi pelajaran lagi kepada kita. Kalau terjadi sesuatu di mana komunikasi putus, desa itu harus bisa bertahan. Kecamatan itu harus bisa bertahan. Kabupaten harus bisa bertahan,” ujarnya.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Selasa (16/12/2025), total korban jiwa di tiga provinsi tersebut mencapai 1.053 orang. Ratusan orang masih hilang dan lebih dari 600 ribu warga mengungsi.

Ketergantungan Wilayah

Prabowo juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang luas, yang membuat ketergantungan antarwilayah tidak efisien, terutama dari sisi biaya logistik.

“Masalahnya adalah karena negara kita begitu besar tidak bisa satu pulau tergantung pulau lain. Satu ongkos logistik itu terlalu besar sehingga beras yang mungkin produksinya di satu daerah hanya 8 ribu rupiah atau 9 ribu rupiah, di suatu provinsi bisa 25 ribu rupiah karena faktor komunikasi, karena faktor logistik,” ucapnya.

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 4 Desember 2025 mencatat harga beras medium di Papua Pegunungan Rp23 ribu/kg, sedangkan beras premium Rp27 ribu/kg. Angka ini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.500–Rp15.800/kg.

Swasembada Sesuai Potensi Alam

Prabowo menegaskan setiap daerah harus mengembangkan sumber pangan sesuai kondisi alam masing-masing. “Jadi kita dipaksa oleh alam kita untuk masing-masing mengejar swasembada pangan. Di mana saudara bisa punya sawah-sawah untuk beras mari kita lakukan, atau kebun-kebun jagung atau sagu atau singkong,” ujarnya.

Ia menyebut ketahanan pangan sebagai kunci utama keberlangsungan bangsa. “Ingat ini adalah kunci survival kita sebagai bangsa, ini pelajaran ribuan tahun,” katanya.

Pesan Prabowo: Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Kebijakan

Pesan Prabowo sederhana namun menggugah: ketahanan pangan bukan sekadar kebijakan, melainkan pelajaran dari nenek moyang dan pengalaman pahit bencana yang harus dihidupkan kembali.

Profil Singkat Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Subianto lahir di Jakarta, pada tanggal 17 Oktober 1951. Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden RI Ke-8 pada Minggu (20/10/2024). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masa jabatan 2019-2024.

Selain menjabat sebagai Menhan, Prabowo juga merupakan ketua umum Partai Gerindra. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra sejak 20 September 2014.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan