
Potensi Besar Uang Hasil Sitaan Korupsi CPO
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perhatian terhadap besarnya potensi manfaat dari uang hasil sitaan korupsi ekspor minyak kelapa sawit (CPO) yang mencapai Rp 13 triliun. Ia menilai dana sebesar itu bisa digunakan untuk memperbaiki ribuan sekolah di seluruh Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Rp 13 triliun ini kita bisa memperbaiki dan merenovasi 8.000 sekolah lebih,” kata Prabowo di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (20/10). Ia menjelaskan bahwa dana tersebut juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan kampung nelayan modern.
“Kalau satu kampung nelayan, kita anggarkan Rp 22 miliar, kampung untuk nelayan dengan fasilitas yang selama 80 tahun Republik Indonesia berdiri tidak pernah diperhatikan dan tidak pernah diurus,” ujarnya. Menurut Prabowo, program pembangunan desa nelayan akan menjadi salah satu prioritas pemerintahannya hingga tahun 2026.
“Sekarang kita memperbaiki dan membangun desa-desa nelayan dengan fasilitas modern. Rencananya sampai akhir 2026 kita akan dirikan 1.100 desa nelayan. Tiap desa itu anggarannya Rp 22 miliar. Jadi Rp 13 triliun ini nanti kita bisa membangun 600 kampung nelayan,” terang Prabowo. Ia menambahkan bahwa setiap kampung nelayan akan memberikan dampak sosial yang besar terhadap jutaan warga.
“Satu kampung nelayan itu kepala keluarganya 2.000. Jadi kalau dengan istri dan anak 3 itu 5.000 per desa. Kalau kali 1.000 itu 5 juta. 5 juta orang Indonesia bisa hidup layak,” tuturnya. Prabowo mengatakan bahwa nilai Rp 13 triliun bukan hanya angka semata, tetapi mencerminkan potensi luar biasa yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat jika dikelola dengan baik.
“Ini saya ibaratkan arti daripada uang yang nyaris hilang, dan ini baru satu sektor kelapa sawit dan satu bentuk penyimpangan, yaitu tidak diutamakan atau tidak dipatuhi kewajiban untuk menyediakan kebutuhan bangsa dan negara. Padahal ini adalah bumi dan air,” jelasnya. Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa praktik korupsi di sektor sumber daya alam telah merugikan negara dan rakyat. Ia menilai, perbuatan itu sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.
“Milik bangsa Indonesia, hasilnya diambil dan dikeruk dibawa ke luar negeri. Rakyat dibiarkan kesulitan minyak goreng untuk berminggu-minggu. Ini sebetulnya menurut saya sangat kejam, dan sangat tidak manusiawi apakah ini benar-benar murni keserakahan atau ini bisa digolongkan subversi ekonomi,” tegasnya. Karena itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung yang telah berhasil mengungkap kasus korupsi besar tersebut. Namun, ia menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.
“Jadi, saya sampaikan penghargaan saya kepada kejaksaan, terima kasih, tapi saya ingatkan masih banyak tugas kita, masih banyak tambang yang ilegal, kerugian kita juga mungkin puluhan triliun atau ratusan triliun,” pungkasnya.