
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kebutuhan Pangan yang Masif
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), setiap anak bisa mendapatkan satu ekor lele sebagai bagian dari menu makanan. Laporan ini disampaikan saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (15/12).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dadan menjelaskan bahwa kapasitas pembelian bahan pangan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat besar. Dalam satu porsi menu MBG, SPPG membutuhkan 200 kilogram beras, 350 kilogram sayur, serta 150 sisir pisang atau setara dengan 15 pohon pisang.
Selain itu, SPPG juga mendapat pasokan lele dari dua kolam atau sedikitnya 3.000 ekor lele untuk menu protein tiap siswa. Saat ditanya oleh Presiden Prabowo apakah jumlah lele tersebut berlaku untuk setiap SPPG, Dadan menjawab bahwa satu SPPG menerima satu lele per hari.
Prabowo kemudian menanyakan kembali, "Berarti satu anak makan satu lele?" Dadan menjawab, "Satu lele. Betul Pak."
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa dalam masa dirinya menjadi tentara dulu, lele dipotong kecil-kecil. Namun, dalam penyajian lele saat ini, hanya kepala yang dibuat, sedangkan bagian badannya utuh diberikan kepada setiap anak penerima MBG.
Penggunaan Sapi dalam Program MBG
Selain lele, Dadan juga menyampaikan bahwa satu ekor sapi dipotong untuk satu SPPG. Jika terdapat 19 ribu SPPG pada akhir tahun, maka ada 19 ribu sapi yang dipotong per hari untuk program MBG.
Dadan menjelaskan bahwa jika ada menu daging sapi empat kali sebulan, maka jumlah sapi yang diperlukan dapat dikalikan. Ia juga berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai cadangan sapi nasional untuk mengantisipasi kebutuhan program MBG.
Penyesuaian Menu Berdasarkan Harga Bahan Pangan
Dadan juga bercerita bahwa ketika Presiden Prabowo Subianto berulang tahun pada 17 Oktober, menu MBG yang disajikan adalah nasi goreng dan telur ceplok, yang menjadi favorit Kepala Negara. Saat itu, serapan telur meningkat dari 2.100 ton menjadi 3.000 ton.
Ia menjelaskan bahwa jika Presiden ulang tahun lagi tahun depan, kebutuhan telur akan mencapai 83 juta butir per hari, atau setara dengan 5.000 ton per hari. Prabowo merespons dengan menyarankan agar tidak perlu telur ceplok, cukup nasi goreng dengan ikan.
Dalam rapat tersebut, Dadan menyampaikan bahwa BGN memerintahkan SPPG untuk tidak menggunakan komoditas pangan tertentu yang mengalami gejolak harga. Misalnya, jika permintaan telur dan daging ayam tinggi, SPPG bisa diganti dengan protein lain seperti ikan.
Sebaliknya, jika harga bahan pangan turun karena kelebihan produksi, SPPG akan menyerapnya sebagai bahan baku dalam menu MBG. Contohnya, saat harga kentang turun, BGN memerintahkan SPPG untuk memasak menu menggunakan kentang satu hari dalam seminggu.
Peran BGN dalam Stabilisasi Harga Pangan
Oleh karena itu, Dadan meminta agar BGN diberi informasi jika ada bahan pangan yang mengalami tekanan harga atau bahkan tidak laku dengan harga pasaran. Ia menjelaskan bahwa kapasitas pembelian SPPG untuk MBG cukup masif, sehingga bisa membantu menstabilkan harga.
"Saya kira nanti di daerah-daerah bagi yang mendapat tekanan harga dan ada tidak laku, hanya perlu menginformasikan ke BGN supaya kami bisa instruksikan ke SPPG agar bisa menstabilkan harga karena kapasitas pembelian SPPG (untuk MBG) cukup masif Pak," kata Dadan.