
Peran Danantara dan Pemerintah dalam Menangani Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah dalam menangani utang proyek kereta cepat Whoosh secara terukur dan bertahap. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan operasional yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dony menjelaskan bahwa penanganan utang tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memastikan layanan Whoosh tetap optimal dan efisien. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan pentingnya restrukturisasi utang ini, yang melibatkan keterlibatan pemerintah dan Danantara.
“Masalah mengenai restrukturisasinya juga sudah disampaikan oleh Bapak Presiden tentu melibatkan pemerintah (dan) Danantara,” ujar Dony saat menjawab pertanyaan wartawan usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Percepatan Pembangunan Gudang Perum Bulog di Kantor Kemenko Pangan Jakarta, Selasa, 11 November 2025.
Menurut Dony, Danantara akan fokus pada aspek operasional untuk memastikan layanan Whoosh semakin baik. Ia menilai bahwa koridor Jakarta–Bandung dan sekitarnya menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas layanan.
“Nah ini juga solusi terbaik tentunya mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara terutama sekali berkaitan operasional Whoosh,” tambahnya.
Selain itu, Dony menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran tersendiri dalam penguatan infrastruktur yang mendukung kelancaran layanan kereta cepat tersebut. “Dan juga ada porsinya pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur,” ucapnya.
Ia menilai keberadaan Whoosh telah membawa dampak ekonomi nyata, terutama dalam mempercepat pergerakan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang sebelumnya membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
“Jadi kami bertanggung jawab terhadap operasional Whoosh supaya bagaimana Whoosh lebih optimal lagi memberikan layanan yang lebih baik lagi dan tentu saja mudah-mudahan ke depannya membawa penumpang lebih banyak lagi,” tutur Dony.
Presiden Prabowo Pastikan Bertanggung Jawab Penuh
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya akan bertanggung jawab penuh terhadap polemik dan keberlangsungan operasional proyek kereta cepat Whoosh. Pernyataan itu disampaikan Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat pada Selasa, 4 November 2025.
“Nggak usah khawatir, ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya tidak ada masalah, saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa proyek kereta cepat Whoosh tidak menghadapi persoalan serius seperti yang ramai diberitakan. Pemerintah, lanjutnya, akan memastikan seluruh aspek pembiayaan dan operasional tetap terkendali sehingga Whoosh dapat terus beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi publik.
Dengan langkah bersama antara Danantara dan pemerintah, diharapkan proyek transportasi berkecepatan tinggi pertama di Indonesia ini dapat semakin efisien, terkelola dengan baik, serta menjadi simbol kemajuan infrastruktur nasional.