Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional Hari Ini, Soeharto dan Gus Dur Masuk Daftar

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 25x dilihat
Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional Hari Ini, Soeharto dan Gus Dur Masuk Daftar

Pengumuman Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan mengumumkan sepuluh nama tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Senin (10/11/2025). Informasi ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (9/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Besok, Insya Allah akan diumumkan. Kurang lebih sepuluh nama," ujar Prasetyo. Ia menjelaskan bahwa daftar penerima gelar tersebut dipilih dari total 49 nama yang diajukan kepada pemerintah. Dari jumlah itu, 40 di antaranya merupakan usulan baru, sedangkan sembilan lainnya adalah usulan lanjutan dari tahun sebelumnya.

Dari sepuluh tokoh yang akan dianugerahi gelar tersebut, Prasetyo memastikan bahwa Presiden ke-2 RI Soeharto menjadi salah satu di antaranya. "Sebagaimana kami sampaikan sebelumnya, ini bagian dari penghormatan kepada para pendahulu, terutama para pemimpin bangsa yang memiliki jasa luar biasa terhadap negara," ujarnya.

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon, menegaskan bahwa Soeharto dinilai layak menyandang gelar Pahlawan Nasional karena kontribusinya dalam perjuangan militer. Fadli mencontohkan peran Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 serta Operasi Trikora pada 1960-an untuk pembebasan Irian Barat.

Namun, Fadli membantah anggapan bahwa Soeharto terlibat dalam pembantaian terhadap mereka yang dituduh sebagai anggota atau simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca peristiwa G30S 1965.

Selain Soeharto, sejumlah nama lain juga dikabarkan akan menerima gelar Pahlawan Nasional, di antaranya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta aktivis buruh Marsinah yang dikenal vokal pada era pemerintahan Orde Baru.

Proses Penetapan Gelar Pahlawan Nasional

Fadli menjelaskan bahwa proses penetapan gelar Pahlawan Nasional sepenuhnya berasal dari aspirasi masyarakat dan melalui tahapan panjang. “Prosesnya datang dari bawah, melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), kemudian diteruskan oleh pemerintah kabupaten/kota, lalu gubernur,” kata Fadli di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa setiap calon pahlawan telah melewati pembahasan, seminar, dan kajian bersama perguruan tinggi serta tokoh masyarakat. Dari hasil penilaian, sebanyak 49 tokoh dinyatakan layak diajukan untuk menerima gelar Pahlawan Nasional. “Yang 40 itu usulan baru, sedangkan sembilan lainnya merupakan usulan lama yang diperkuat kembali dengan data dan kajian terbaru,” jelasnya.

Fadli juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan berbasis aspirasi publik. “Semua yang masuk sudah melalui proses dari masyarakat,” tambahnya. Ia menuturkan, dukungan terhadap penetapan calon pahlawan datang dari berbagai lapisan, termasuk bupati, gubernur, hingga organisasi besar seperti Muhammadiyah. “Kalau ada perbedaan pendapat, itu hal biasa dalam demokrasi,” ujarnya.

Program Pelestarian Budaya Nasional

Selain membahas gelar Pahlawan Nasional, Fadli juga mengungkapkan adanya sejumlah usulan terkait pelestarian budaya nasional. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan program revitalisasi keraton dan istana bersejarah di berbagai daerah. “Kami tidak hanya membahas soal gelar Pahlawan Nasional, tetapi juga program besar untuk melestarikan warisan budaya bangsa,” tutup Fadli.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan