Prabowo–Gibran 1 Tahun, Produksi Pangan RI Rekor Sejarah

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Prabowo–Gibran 1 Tahun, Produksi Pangan RI Rekor Sejarah

Kinerja Luar Biasa Sektor Pertanian Indonesia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan pencapaian luar biasa dalam sektor pertanian selama satu tahun pemerintahannya. Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/10/2025). Produksi pangan nasional Januari hingga Oktober 2025 mencapai 31.038.190 ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Ini prestasi besar yang sangat membanggakan. Ini adalah produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti kerja keras dan keberhasilan tim pangan yang mampu mencapai swasembada dalam waktu singkat.

Selain itu, cadangan beras pemerintah di Perum Bulog juga mencapai 4,2 juta ton per Juni 2025, yang menjadi stok terbesar sepanjang sejarah. Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat hingga 124,36. Hal ini menunjukkan kenaikan pendapatan petani secara signifikan.

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Produksi

Untuk mendukung peningkatan produksi pangan, pemerintah melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah reformasi tata kelola pupuk nasional. Sebanyak 145 regulasi lama yang dinilai menghambat distribusi pupuk telah dicabut dan diganti dengan sistem baru. Pupuk dikirim langsung dari pabrik ke petani tanpa melalui birokrasi berbelit.

“Tandatangan-tandatangan kita kurangi karena tanda tangan ini sumber masalah. Sekarang kita ringkaskan semua,” ucap Presiden. Dengan sistem ini, petani dapat lebih mudah mengakses pupuk dan meningkatkan hasil panen mereka.

Selain reformasi pupuk, program pencetakan sawah baru juga menjadi prioritas pemerintah. Hingga Oktober 2025, telah tercatat 225.000 hektare sawah baru, dengan target mencapai 480.000 hektare pada akhir 2026. Langkah ini dilakukan untuk menggantikan lahan produktif yang terus berkurang akibat alih fungsi lahan.

Menghadapi Tantangan Lahan Produktif

“Kita menghadapi tantangan besar, hampir 100 ribu hektare sawah hilang setiap tahun karena alih fungsi, lahan dibeli, dijadikan kawasan industri, perumahan, atau real estate,” kata Presiden. Ia menekankan pentingnya menjaga lahan subur agar ketahanan pangan tetap terjaga.

Dalam upaya menjaga stabilitas pangan, pemerintah juga melakukan intensifikasi lahan eksisting melalui program pompanisasi nasional. Program ini telah terbukti meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Perkuatan Infrastruktur Pascapanen

Prabowo juga menyoroti pentingnya infrastruktur pascapanen dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan pembangunan 100 gudang baru Bulog dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Saudara-saudara, sekarang masalahnya kita kekurangan gudang. Kita sudah siapkan dananya, dan Bulog akan segera membangun 100 gudang baru agar distribusi dan penyimpanan beras semakin kuat dan efisien,” tutur Presiden.

Kepemimpinan yang Berpihak pada Petani

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, capaian di sektor pertanian merupakan hasil dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang berpihak pada petani. Berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah telah mampu meningkatkan produksi, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat cadangan pangan nasional.

“Ini berkat kebijakan Presiden Prabowo yang selalu pro petani, sehingga saat ini petani kita makin sejahtera dan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi pangannya,” ungkap Amran.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan