Prajurit TNI Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan Israel

Prajurit TNI Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan Israel
Prajurit TNI Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan Israel

Kehilangan Berat di Misi Perdamaian PBB

Kabar duka datang dari misi perdamaian internasional yang sedang dijalani oleh pasukan Indonesia. Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Praka Rico Pramudia, gugur setelah menjalani perawatan intensif selama hampir empat minggu di Beirut. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut menyampaikan bahwa Rico meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) pukul 10.32 waktu setempat.

Rico sebelumnya mengalami luka parah akibat serangan artileri tank Israel dalam insiden pada 29 Maret 2026. Selama hampir empat minggu, ia menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit St. Georges, Beirut. Namun, kondisinya tidak tertolong. KBRI Beirut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah Indonesia juga memberikan penghormatan atas dedikasi almarhum dalam menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian.

Sikap Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang menargetkan personel penjaga perdamaian. Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang. "Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," tegas Kementerian Luar Negeri RI.

Indonesia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel. Selain itu, pemerintah meminta evaluasi total terhadap sistem keamanan personel dalam misi UNIFIL. Saat ini, proses repatriasi jenazah tengah dikoordinasikan agar dapat segera dipulangkan ke Indonesia dengan penghormatan militer.

Gugurnya Praka Rico Pramudia menjadi pengingat risiko besar yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Kini, total ada empat prajurit TNI yang gugur dalam serangan yang terjadi di Lebanon. Tiga prajurit TNI lainnya yang telah meninggal dunia, adalah Praka Farizal Romadhon (33), Kapten Infanteri Zulmi (Grup 2 Kopassus) selaku Komandan Kompi B, serta Sersan Satu Ikhwan (Kesdam IX Udayana). Mereka adalah anggota TNI yang menjadi personel Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Profil dan Kehidupan Rico Pramudia

Praka Rico merupakan suami dari Yulia Putri yang dinikahinya pada 27 November 2019. Dari pernikahan mereka berdua telah dikaruniai seorang putra yang kini menginjak usia balita. Kebahagiaan keluarga Praka Rico dan Yulia terpancar melalui unggahan di akun media sosial Instagram mereka. Tak hanya itu, Praka Rico kerap membagikan petuah agama melalui media sosial. Berbagai nasihat untuk salat hingga beramal salih membanjiri unggahan di sana.

Praka Rico juga sangat menghormati kedua orang tuanya. Ia sempat menyanjung keduanya dalam sebuah unggahan. "Orang terhebat yang pernah aku miliki yang sarat akan pengalaman hidup yang pahit dan mengajar kan aku arti kerasnya hidup ini," tulis Praka Rico untuk mereka. Yulia juga aktif dalam Persit (Persatuan Istri Tentara). Ia menyebut dirinya dalam sebuah postingan berasal dari Persit KCK Ranting 4 Yonif 114 Cabang XIII PD Iskandar Muda, Aceh.

Informasi Lengkap tentang Praka Rico Pramudia

Nama Lengkap: Rico Pramudia
Pangkat: Prajurit Kepala (Praka)
Usia: 31 tahun
Kesatuan: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)
Tugas: Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan
Tempat Gugur: Rumah sakit di Beirut, Lebanon
Tanggal Gugur: Jumat, 24 April 2026
Penyebab: Luka parah akibat ledakan proyektil yang menghantam pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.