
Prakiraan Cuaca untuk Pelabuhan Lembar dan Wilayah Lain di NTB
Pada hari Sabtu, 8 November 2025, prakiraan cuaca yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan didominasi oleh kondisi berawan tebal hingga hujan ringan. Meskipun tidak ada indikasi cuaca ekstrem, masyarakat dan aktivitas pelayaran perlu tetap waspada terhadap dampak dari kondisi cuaca tersebut.
Berikut rincian prakiraan cuaca di Pelabuhan Lembar pada hari Sabtu:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Pagi hari: Berawan
- Siang hari: Berawan
- Malam hari: Hujan Ringan
- Dini hari: Berkabut
Untuk kondisi laut, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,1 meter hingga 0,5 meter. Kondisi ini termasuk dalam kategori aman untuk kegiatan pelayaran menengah dan besar. Sementara itu, arah dan kecepatan angin berkisar antara 1 hingga 15 knot, yang masih dalam ambang batas normal untuk operasional pelayaran di wilayah perairan Pelabuhan Lembar.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah NTB pada periode 7–9 November 2025. Wilayah-wilayah yang terdampak hujan ringan hingga lebat meliputi:
- Kota Mataram: Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, Sandubaya
- Kabupaten Lombok Barat: Gerung, Kediri, Narmada, Sekotong, Labuapi, Gunungsari, Lingsar, Lembar, Batu Layar, Kuripan
- Kabupaten Lombok Tengah: Praya, Jonggat, Batukliang, Pujut, Praya Barat, Praya Timur, Janapria, Pringgarata, Kopang, Praya Tengah, Praya Barat Daya, Batukliang Utara
- Kabupaten Lombok Timur: Keruak, Sakra, Terara, Sikur, Masbagik, Sukamulia, Selong, Pringgabaya, Aikmel, Sambelia, Montong Gading, Pringgasela, Suralaga, Wanasaba, Sembalun, Suwela, Labuhan Haji, Sakra Timur, Sakra Barat, Jerowaru
- Kabupaten Lombok Utara: Tanjung, Gangga, Kayangan, Bayan, Pemenang
- Kabupaten Sumbawa: Lunyuk, Alas, Utan, Batu Lanteh, Sumbawa, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Ropang, Lape, Plampang, Empang, Alas Barat, Labuhan Badas, Labangka, Buer, Rhee, Unter Iwes, Moyo Utara, Maronge, Tarano, Lopok, Lenangguar, Orong Telu, Lantung, Kabupaten Sumbawa Barat: Jereweh, Taliwang, Seteluk, Sekongkang, Brang Rea, Poto Tano, Brang Ene, Maluk
- Kabupaten Bima: Tambora, Sanggar, Madapangga, Woha, Monta, Langgudu, Parado, Lambu, Bolo, Palibelo, Belo, Soromandi, Donggo, Lambitu, Wawo
- Kabupaten Dompu: Pekat, Kempo, Dompu, Manggalewa, Kilo, Woja, Hu'u, Pajo
- Kota Bima: Asakota, Rasana'e Barat, Mpunda, Raba, Rasanae Timur
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, dan pohon tumbang. Selain itu, bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, perlu memperhatikan adanya potensi tinggi gelombang mencapai kurang lebih 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.